Represi Rezim Al Khalifa Menuai Protes rakyat Bahrain
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i8548-represi_rezim_al_khalifa_menuai_protes_rakyat_bahrain
Sheikh Abdullah Saleh, wakil Sekjen Amal Islami Bahrain mengatakan, meskipun rezim Al Khalifa melancarkan kebijakan militeristik dengan menerima masuknya warga asing dari delapan negara untuk memberangus protes rakyat, tapi warga Bahrain tetap melanjutkan protes menyuarakan hak mereka.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
May 09, 2016 15:25 Asia/Jakarta
  • Represi  Rezim Al Khalifa Menuai Protes rakyat Bahrain

Sheikh Abdullah Saleh, wakil Sekjen Amal Islami Bahrain mengatakan, meskipun rezim Al Khalifa melancarkan kebijakan militeristik dengan menerima masuknya warga asing dari delapan negara untuk memberangus protes rakyat, tapi warga Bahrain tetap melanjutkan protes menyuarakan hak mereka.

Menurut Sheikh Abdullah Saleh, rezim Bahrain menggunakan tentara yang didatangkan dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar dan Yordania untuk membantu pasukan keamanan negara ini menumpas rakyatnya sendiri.

 

Tidak hanya itu, Rezim Al Khalifa juga menggunakan warga Pakistan dan dukungan kapal perang kelima AS, serta mengizinkan Inggris membangun pangkalan militer di Bahrain. Semua itu dilakukan Manama untuk meredam protes rakyat Bahrain.

 

Lembaga HAM Bahrain melaporkan berlanjutnya pelanggaran terhadap kebebasan media di negara Arab ini. Selain itu, asosiasi HAM Bahrain mengungkapkan terjadinya pengadilan lalim, penyiksaaan, pengasingan, pencabutan kewarganegaraan, PHK tanpa alasan, interogasi dan ancaman hukuman mati, sebagai bagian dari rentetan pelanggaran kebebasan pers di negara Arab ini.

 

Lembaga HAM Bahrain dalam laporan mingguannya menyatakan, sejak 29 April hingga 6 Mei, pasukan rezim Al Khalifa menangkap 13 warga Bahrain, menyiksa 17 warga dan memasuki 17 rumah tanpa izin.

 

Eskalasi aksi represif rezim Al Khalifa menuai gelombang kecaman deras dari rakyat Bahrain. Warga Bahrain di berbagai kota seperti Al-Daraz berunjuk rasa menuntut pembebasan tahanan politik, terutama Sheikh Ali Salman, Sekjen Al-Wefaq. Para demonstran menyuarakan slogan menentang rezim Al Khalifa dan menuntut reformasi di negara pesisir Teluk Persia itu. Aksi protes damai rakyat Bahrain tersebut diberangus dengan cara-cara kekerasan oleh pasukan rezim Al Khalifa.

 

Hingga kini begitu banyak warga Bahrain yang mendekam dalam tahanan karena mereka memprotes kejahatan penguasa Manama. Koalisi Pemuda Revolusioner 14 Februari Bahrain berulangkali mengecam aksi represif rezim Al Khalifa terhadap warganya sendiri. Gerakan rakyat Bahrain ini menilai aksi represif pemerintah Manama untuk menciptakan ketakutan di tengah masyarakat. Tapi suara rakyat Bahrain tidak akan pernah bisa dibungkam dengan senapan, dan mereka akan terus berteriak menuntut hak legalnya dengan cara yang damai.(PH)