Mantan Pejabat Saudi: Biden Jangan Ulangi Kesalahan Soal Iran
Nov 18, 2020 09:20 Asia/Jakarta
-
Turki Al Faisal
Mantan direktur dinas intelijen Arab Saudi meminta kandidat presiden dari Partai Demokrat, Amerika Serikat untuk memperhatikan sekutu regional Washington dalam setiap perundingan baru dengan Iran.
Fars News (18/11/2020) melaporkan, Turki Al Faisal yang juga mantan duta besar Saudi untuk Amerika dalam pertemuan Dewan Nasional Hubungan Amerika-Arab, menyinggung masalah tentang Iran.
Seperti dikutip CNN, Turki Al Faisal menuturkan, dalam situasi seperti sekarang ini, prediksi tentang pengaruh presiden baru Amerika di Timur Tengah, cukup sulit. Joe Biden bukan orang baru dalam politik. Ia berpengalaman, dan memahami dengan baik masalah penting di dunia, dan kawasan. Kita harus menunggu, dan mendengar pandangan Biden soal kebijakan luar negeri, dan langkah yang akan diambilnya.
Soal kemungkinan Biden kembali ke kesepakatan nuklir Iran, Turki Al Faisal menjelaskan, meski kami berharap Iran sebagai negara yang menginginkan perdamaian kembali ke masyarakat internasional, namun pengalaman 40 tahun tidak terlalu baik dengan rezim Iran.
Ia menambahkan, oleh karena itu kembali ke kesepakatan nuklir Iran dalam bentuk seperti sebelumnya tidak akan menguntungkan kami. Kembali ke kesepakatan, kemudian berunding terkait masalah-masalah penting lain, akan menjebak diplomasi, dan mengubahnya menjadi alat untuk memeras Iran.
Mantan direktur dinas intelijen Saudi itu mengklaim, Biden jangan mengulang kesalahan, dan kelalaian dalam kesepakatan nuklir Iran sebelumnya, setiap kesepakatan non-komprehensif, tidak akan menciptakan perdamaian permanen, dan keamanan di kawasan kami.
"Kesepakatan nuklir Iran tidak berhasil mencegah perilaku destruktif Iran di kawasan, di Irak, Suriah, Yaman, Lebanon, dan di Saudi sendiri dengan serangan langsung maupun tidak langsung ke fasilitas minyak. Maka dari itu, kesepakatan baru dibutuhkan, dan itu harus mencakup seluruh masalah yang tertunda dengan Iran," pungkasnya. (HS)
Tags