Anggota Parlemen Lebanon Protes Keterlambatan Pembentukan Kabinet
-
PM Lebanon Saad Hariri
Anggota parlemen Lebanon memprotes keterlambatan di proses pembentukan pemerintah baru di negara ini.
Seperti dilaporkan televisi al-Mayadeen, Edy Maalouf, anggota parlemen Lebanon Rabu (2/12/2020) mengatakan, sepertinya tolok ukur Saad Hariri untuk membentuk pemerintahan baru tidak transparan.
Anggota parlemen Lebanon ini mengingatkan, saat ini Lebanon menghadapi beragam krisis seperti krisis ekonomi dan masalah ini semakin membuat urgen pembentukan pemerintahan secepatnya.
Maalouf menegaskan, Saad Hariri harus memiliki kebijakan komprehensif untuk membentuk kabinet, namun demikian kita menyaksikan bahwa tidak ada tolok ukur jelas dan transparan untuk merealisasikan hal penting ini.
Sebelumnya Ibrahim al-Mousawi, anggota parlemen Lebanon dan koimsi pro muqawama di pidatonya mengkritik intervensi politik Amerika di negara ini dan mengatakan, faktor intervensi ini adalah Amerika tidak mampu meraih ambisinya di Lebanon melalui mekanisme militer.
Mustafa Adib, perdana menteri Lebanon sebelumnya di akhir September mengundurkan diri dari tugasnya membentuk pemerintah baru di Lebanon dan Saad Hariri, ketua Gerakan al-Mustaqbal selama lobi parlemen meraih suara cukup dan kemudian ditunjuk presiden negara ini untuk membentuk kabinet baru. (MF)