Transformasi Asia Barat, 13 Februari 2021
Dinamika Asia Barat sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai sikap gerakan Jihad Islam yang memutuskan untuk memboikot pemilu Palestina.
Selain itu tentang serangan teroris Suriah ke pangkalan militer Rusia di Latakia yang berhasil ditangkis, pasukan AS memindahkan milisi teroris Daesh dari Suriah ke Irak, Yaman menyerang pangkalan udara Saudi dengan rudal balistik, pernyataan Al-Hashd al-Shaab, mengenai langkah pengusran pasukan AS dari Irak, dan Qatar mendukung pembentukan kabinet baru Lebanon.
Gerakan Jihad Islam Putuskan Boikot Pemilu Palestina
Gerakan Jihad Islam mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka tidak akan berpartisipasi dalam pemilu nasional Palestina.
Hal itu disampaikan pada Selasa (9/2/2021) malam, setelah 14 faksi Palestina termasuk Gerakan Jihad Islam bertemu di Kairo, Mesir untuk membahas masalah rekonsiliasi nasional dan pemilu Palestina.
“Gerakan ini memutuskan tidak berpartisipasi dalam pemilu, karena pemilu ini berada dalam konteks Kesepakatan Oslo dan mengabaikan hak-hak rakyat Palestina dan sikap fundamental mereka,” tegas pernyataan Jihad Islam Palestina.
“Kami di Gerakan Jihad Islam percaya bahwa jalan yang tepat menuju persatuan nasional harus berdasarkan pada kesepakatan politik yang memperkuat stabilitas nasional dan mendukung perlawanan,” tambahnya.
Pernyataan tersebut menggarisbawahi bahwa delegasi Jihad Islam yang hadir dalam Dialog Nasional Kairo pada hari Senin telah memaparkan pandangan gerakan politik ini, yang menjamin terciptanya persatuan nasional dengan mengesampingkan Kesepakatan Oslo.
Faksi-faksi Palestina dalam sebuah deklarasi bersama yang dikeluarkan di Kairo pada Selasa malam, menekankan pelaksanaan pemilu di Quds, Tepi Barat, dan Jalur Gaza.
Palestina dijadwalkan akan menyelenggarakan pemilu legislatif pada 22 Mei 2021, kemudian pemilu presiden Otoritas Palestina pada 31 Juli, dan selanjutnya pemilu Dewan Nasional pada 31 Agustus tahun ini.
Ini akan menjadi pemilu legislatif pertama sejak tahun 2006 dan pemilu presiden Otoritas Palestina pertama sejak 2005.
Ditangkis, Serangan Teroris Suriah ke Pangkalan Militer Rusia di Latakia Gagal
Sebuah kelompok teroris di Suriah melancarkan serangan roket ke pangkalan militer Rusia di provinsi Latakia, tapi berhasil ditangkis.
Kementerian Pertahanan Rusia pada Rabu malam mengumumkan bahwa mereka berhasil menangkis serangan roket teroris di pangkalan udara Khmeimim yang dikendalikan Rusia di provinsi Latakia.
Serangan roket yang dilancarkan kelompok teroris Suriah itu terjadi Selasa malam.
Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, tidak ada kerusakan yang terjadi pada pangkalan udara Khmeimim.
Serangan roket itu berasal dari daerah yang dikuasai kelompok teroris di provinsi Idlib, di wilayah utara Suriah.
Militer Suriah berhasil mengalahkan kelompok Daesh dan merebutkan kembali sebagian besar wilayah yang dikuasainya di Suriah dengan bantuan Republik Islam Iran dan Rusia.
Kelompok teroris di Suriah yang masih tersisa di berbagai daerah, terutama di Idlib berupaya melancarkan berbagai serangan teror dengan bantuan AS dan sekutunya.
Pasukan AS Pindahkan Milisi Teroris Daesh dari Suriah ke Irak
Otoritas keamanan di Suriah melaporkan pasukan AS mengangkut milisi teroris Daesh dengan helikopter dari Suriah ke Irak.
Pasukan Amerika Serikat berusaha mengganggu keamanan Irak dengan memindahkan teroris Daesh dari Suriah ke Irak.
Presiden Suriah, Bashar Assad mengatakan Angkatan Udara AS yang memimpin koalisi internasional anti-Daesh dalam banyak kasus justru menjadi kekuatan militer yang menyelamatkan milisi teroris Daesh.
Dilaporkan, Amerika Serikat telah berulang kali membantu teroris Daesh di Suriah dan Irak.
Sebelumnya, kamera termal Al-Hashd al-Shabi Irak memantau pendaratan helikopter militer AS di daerah pegunungan Himreen di provinsi Salah al-Din belum lama ini.
Helikopter tersebut membawa bantuan senjata, dan peralatan untuk mendukung kelompok teroris Daesh.
Sumber keamanan Irak mengatakan bahwa teroris Daesh menggunakan senjata berat dan berbagai senjata dalam serangan terhadap pasukan al-Hashd al-Shabi di Himreen.
Sisa-sisa teroris Daesh masih tersebar di berbagai wilayah Irak dan melakukan serangan teror secara sporadis.
Daesh menyerang Irak pada tahun 2014 dengan dukungan dana dan logistik serta militer dari Amerika Serikat bersama sekutunya, termasuk Arab Saudi.
Yaman Serang Pangkalan Udara Saudi dengan Rudal Balistik
Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan dilancarkannya serangan rudal ke arah pangkalan udara Arab Saudi di wilayah selatan negara itu.
Televisi Al-Mayadeen melaporkan, Yahya Saree Kamis malam mengatakan, "Unit rudal angkatan bersenjata Yaman dan Komite Rakyat Ansarullah menyerang pangkalan udara King Khalid di dekat Khamis Mushait, Arab Saudi, dengan rudal balistik, dan rudal ini tepat mengenai target secara akurat, ".
"Serangan ini dilakukan sebagai tanggapan atas peningkatan serangan baru-baru ini oleh koalisi Saudi di wilayah Yaman," tegas jubir militer Yaman.
Sementara itu, televisi al-Masirah melaporkan, setelah melancarkan serangan udara di provinsi Marib, pesawat tempur pembom Saudi membombardir kota Sarwah di provinsi itu sebanyak 25 kali dalam beberapa jam terakhir.
Serangan udara di provinsi Ma'rib terjadi ketika militer Yaman dan pasukan Ansarullah berhasil merebut kamp strategis Kofel, salah satu markas militer terbesar di barat kota Marib, dari tangan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi.
Para pakar militer percaya bahwa setelah mengendalikan kamp Kofel, pasukan Yaman diperkirakan akan segera menguasai seluruh kota Marib dan ini akan menjadi sebuah pencapaian militer yang sangat penting.
Arab Saudi yang didukung Amerika Serikat, Uni Emirat Arab dan beberapa negara lainnya, telah melancarkan invasi militer ke Yaman sejak Maret 2015, dibarengi blokade darat, laut, dan udara, yang menewaskan lebih dari 16.000 warga Yaman dan melukai puluhan ribu lainnya.
Siapkan Balasan Baru, Ansarullah Minta Maskapai Penerbangan Kosongkan Bandara Saudi
Anggota biro politik gerakan Ansarullah Yaman meminta maskapai penerbangan yang menggunakan bandara Saudi segera meningggalkannya, karena bandara internasional tersebut digunakan oleh rezim Al Saud untuk menyerang Yaman.
Mohammed al-Bukhaiti di akun Twitternya hari Rabu menulis, "Kami menyarankan maskapai penerbangan supaya meninggalkan bandara Saudi, karena bandara ini telah digunakan untuk tujuan militer dalam menyerang dan mengepung Yaman,".
Al-Bukhaiti memperingatkan bahwa bandara-bandara ini akan menjadi sasaran serangan balasan pasukan Yaman.
Langkah ini dilakukan Yaman untuk membela diri dari serangan berulangkali yang dilancarkan Arab Saudi terhadap negaranya, terutama yang terbaru serangan ke bandara internasional Sanaa.
"Kami perlu mempertahankan negara dan melawan para agresor. Yaman menginginkan perdamaian dan penghentian permusuhan. Tetapi kami tidak menerima kesepakatan gencatan senjata sepihak," tegas Al Bukhaiti.
Sumber Yaman hari Rabu melaporkan bahwa empat drone Yaman menyerang galangan pesawat tempur Saudi di Bandara Abha.
Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Yahya Saree mengatakan Arab Saudi menggunakan bandara itu untuk menyerang Yaman.
Sebelumnya, jet-jet tempur koalisi agresor yang dipimpin Arab Saudi menyerang Bandara Internasional Sanaa, ibu kota Yaman awal pekan lalu.
Al-Hashd al-Shaabi: Jika AS Tidak Keluar dari Irak, Kami akan Jalankan Skenario Baru !
Wakil Kepala Staf Gabungan Al Hashd al Shaabi Irak menyatakan akan menjalankan skenario baru jika pasukan AS tidak mengindahkan ketetapan parlemen Irak.
Abu Ali al-Basri hari Selasa (9/2/2021) mengatakan, "Keputusan untuk mengusir pasukan AS dari Irak pada dasarnya adalah keputusan rakyat Irak,".
"Keputusan al-Hashd al-Shabi untuk mengusir pasukan Amerika dari Irak senantiasa jelas dan konsisten, dan selama ini telah berkorban untuk melawan mereka," tegasnya.
Pasukan AS telah ditempatkan di Irak sejak 2003, dengan pangkalan terbesarnya Ain al-Assad yang berada di provinsi Al-Anbar.
Mayoritas rakyat Irak menginginkan penarikan pasukan teroris Amerika dari Irak, dan parlemen negara ini telah menyetujuinya dengan menyusun ketetapan mengenai masalah tersebut.
Qatar Dukung Pembentukan Kabinet Baru Lebanon
Menteri Luar Negeri Qatar menyatakan, Doha mendukung setiap proses yang akan mengarah pada pembentukan segera kabinet baru Lebanon.
Televisi Al Jazeera pada hari Selasa (9/2/2021) melaporkan, Menteri Luar Negeri Qatar yang melakukan perjalanan ke Beirut menyatakan dirinya membawa surat dukungan dari Emir Qatar kepada pemerintah dan rakyat Lebanon.
Al-Thani mengungkapkan harapannya bahwa kabinet Lebanon akan dibentuk secepatnya berdasarkan kepentingan rakyat Lebanon.
Ia juga membantah berita tentang Inisiatif Doha untuk Lebanon, dan menjelaskan bahwa Doha tidak berupaya untuk menghancurkan prakarsa Prancis maupun pihak lainnya yang mendukung pembentukan kabinet Lebanon yang baru.
Setelah pengunduran diri Mustapha Adib dari jabatan perdana menteri Lebanon beberapa bulan lalu, Saad al-Hariri kembali diangkat menjadi perdana menteri baru pada Oktober lalu, namun hingga kini ia belum bisa membentuk kabinet baru.
Perselisihan antara Presiden Lebanon, Michel Aoun dan Perdana Menteri Saad Al Hariri telah meningkat sejak Desember lalu, karena ketidaksepakatan mereka mengenai masalah pembentukan kabinet, dan sekarang mencapai puncaknya.(PH)