Delegasi Riyadh Tolak Usulan Ansarullah
Perdana Menteri pemerintah Yaman yang telah mengundurkan diri (delegasi Riyadh) menolak usulan Gerakan Rakyat Yaman, Ansarullah untuk membentuk pemerintahan persatuan nasional.
Ahmed bin Dagher pada Rabu (18/5/2016) menyatakan bahwa pihaknya telah menolak usulan Ansarullah untuk membentuk pemerintahan persatuan nasional. Demikian dilaporkan Tasnim.
Ia mengklaim langkah-langkah Ansarullah telah membahayakan persatuan nasional dan ekonomi Yaman.
Bin Dagher mengatakan, pasukan Ansarullah dan sekutunya harus meletakkan senjata dan menarik diri dari wilayah yang mereka kuasai termasuk Sanaa, ibukota Yaman.
Menurutnya, berdasarkan konstitusi Yaman, pemerintah adalah satu-satunya lembaga negara yang harus memiliki senjata-senjata berat, dan Ansarullah harus menyerahkan perlengkapan militernya.
Pernyataan tersebut dilontarkan PM pemerintah yang telah mengundurkan diri ketika perundingan damai Yaman yang diselengarakan di Kuwait menemui jalan buntu menyusul ketidakhadiran delegasi Riyadh. (RA)