Mengapa Otorita Ramallah Bunuh Aktivis Pro-Perlawanan ?
-
Nizar Banat, Palestina
Gugurnya Nizar Banat di tangan aparat keamanan Otorita Ramallah Palestina telah memicu tekanan terhadap lembaga ini, dan pribadi Mahmoud Abbas sebagai pemimpinnya.
Palestina belakangan ini mengalami hari-hari penting sekaligus pahit. Di sisi lain, kejahatan rezim Zionis Israel terhadap rakyat Palestina seolah tidak ada habisnya, dan militer Israel pada 25 Juni 2021 menyerang kerumusan massa Palestina yang tengah berunjuk rasa menentang pembangunan pemukiman Zionis di Nablus, Tepi Barat, sehingga menyebabkan lebih dari 400 warga Palestina terluka.
Level kekerasan yang dipertontonkan militer Israel ini bukan hal yang mengejutkan, pasalnya kekerasan telah mendarah daging di dalam tubuh rezim Zionis. Hal yang mengejutkan justru adalah kekerasan yang dipraktikkan Otorita Ramallah terhadap warga dan aktivis Palestina terutama di penjara-penjara.
Nizar Banat termasuk warga Palestina yang kehilangan nyawa akibat kekerasan aparat keamanan Otorita Ramallah. Ia seorang aktivis politik Palestina yang menentang keras normalisasi hubungan Otorita Ramallah dengan Israel.
Aktivis Palestina ini beberapa kali ditangkap aparat keamanan Otorita Ramallah dan dijebloskan ke penjara. Tidak hanya Nizar, minggu lalu aparat keamanan Otorita Ramallah juga melakukan aksi kekerasan yang menyebabkan 15 warga Palestina gugur termasuk mereka yang ditahan di penjara.
Sepertinya apa yang dilakukan Otorita Ramallah Palestina merupakan pembalasan politik terhadap para oposan, dan kelompok perlawanan Palestina.
Konflik antara Otorita Ramallah dengan kelompok perlawanan Palestina selalu ada, bahkan telah menyebabkan Otorita Ramallah menangguhkan penyelenggaraan pemilu parlemen meski sudah dijadwalkan bersama sebelumnya.
Selain itu, Otorita Ramallah dalam Perang 12 Hari Israel melawan kelompok perlawanan Palestina di Gaza, sama sekali tidak memberikan bantuan apa pun, dan sepertinya mereka juga takut dengan kekuatan yang ditunjukkan kelompok perlawanan Palestina.
Gerakan Perlawanan Islam Palestina Hamas dalam menanggapi gugurnya Nizar Banat mengumumkan, apa yang sudah terjadi menunjukkan politik berdarah Otorita Ramallah dalam melancarkan balas dendamnya.
Poin penting lain adalah sejumlah bukti menunjukkan bahwa pembunuhan Nizar Banat dilakukan secara sengaja. Delegasi independen dan lembaga pembela hak asasi manusia mengatakan, autopsi jenazah Nizar menunjukkan adanya lebam pada beberapa bagian tubuhnya yang menunjukkan kematiannya tidak alami.
Nizar Banat adalah seorang oposan keras Otorita Ramallah Palestina, dan salah satu kandidat anggota Parlemen Palestina yang masuk daftar kandidat Partai Kebebasan dan Kehormatan untuk maju dalam pemilu parlemen.
Sebelumnya Nizar Banat meminta Uni Eropa untuk menghentikan bantuan finansialnya ke Otorita Ramallah karena telah menangguhkan penyelenggaraan pemilu parlemen Palestina. Nizar mengatakan, "Otorita Ramallah bersedia melakukan apa pun termasuk menjual kepentingan nasional demi kepentingan kelompoknya."
Otorita Ramallah Palestina juga selalu menerapkan kebijakan yang sejalan dengan Israel. Sebagaimana diketahui Israel tidak pernah menginginkan Palestina bersatu, dan memanfaatkan perpecahan di antara rakyat Palestina untuk meningkatkan kekerasan terhadap mereka.
Beberapa hari lalu lebih dari 400 warga Palestina terluka dalam bentrokan dengan militer Israel di Tepi Barat, wilayah yang dikontrol Otorita Ramallah. Hal ini menunjukkan kerja sama Otorita Ramallah dengan Israel.
Jelas bukan saja tidak berusaha menciptakan persatuan di antara rakyat Palestina, Otorita Ramallah bahkan merugikan kepentingan Palestina sendiri. Oleh karena itu dalam acara pemakaman Nizar Banat, rakyat Palestina meneriakkan "rakyat menuntut penggulingan pemerintah", mereka mendesak pembubaran Otorita Ramallah dan menjatuhkan Mahmoud Abbas dari struktur kekuasaan Palestina. (HS)