Kongres AS Ancam Batalkan Kesepakatan Biden dengan Iran
https://parstoday.ir/id/news/world-i115552-kongres_as_ancam_batalkan_kesepakatan_biden_dengan_iran
Sekelompok anggota Kongres Amerika Serikat memperingatkan Presiden Joe Biden tentang penawaran jaminan kepada Iran.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Feb 17, 2022 14:11 Asia/Jakarta
  • Ruang sidang Kongres AS.
    Ruang sidang Kongres AS.

Sekelompok anggota Kongres Amerika Serikat memperingatkan Presiden Joe Biden tentang penawaran jaminan kepada Iran.

Biden mengatakan ia ingin kembali ke kesepakatan nuklir Iran, namun kubu Republik di Kongres telah melakukan segala upaya dalam beberapa pekan terakhir untuk memblokir kesepakatan itu.

Hampir 200 anggota Partai Republik di Kongres mengirim surat kepada Presiden Biden pada Rabu (16/2/2022), yang menyatakan tanpa persetujuan Kongres, kesepakatan apa pun dengan Iran akan mengalami nasib yang sama seperti kesepakatan 2015 di era Obama dan kemudian dibatalkan oleh Trump.

"Jika Anda menandatangani kesepakatan dengan Iran tanpa persetujuan resmi Kongres, ia akan bersifat sementara dan tidak mengikat, dan akan mengalami nasib yang sama seperti JCPOA," demikian bunyi surat tersebut seperti dikutip laman Fars News.

Kubu Republik mencatat bahwa Iran telah meminta jaminan agar AS tidak akan lagi menjatuhkan sanksi pada negara itu selama mereka mematuhi ketentuan kesepakatan.

"Tidak seperti kesepakatan yang dibuat oleh pemerintahan Obama, kesepakatan apa pun harus mendapatkan persetujuan Kongres," tegas surat tersebut.

Pada hari Selasa, Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian mengatakan, Kongres AS harus mengeluarkan pernyataan politik terkait komitmen Washington pada kesepakatan nuklir JCPOA.

"AS telah melanggar komitmennya dengan menarik diri dari JCPOA, dan sekarang Kongres harus mengeluarkan pernyataan politik tentang kepatuhan Washington pada kesepakatan," kata menlu Iran dalam wawancara dengan surat kabar Inggris, Financial Times.

Penolakan AS untuk memberikan jaminan dan memenuhi kembali komitmen JCPOA telah memperpanjang proses perundingan di Wina. (RM)