Filipina Protes Aksi Cina di LCS
Filipina kembali mengajukan protes diplomatik baru atas kegiatan maritim Cina di sekitar 200 mil zona ekonomi eksklusifnya.
Protes diplomatik yang kedua kalinya dikirim oleh Kementerian Luar Negeri Filipina dalam Minggu ini, menambah lebih dari 300 pengaduan yang diajukan atas kegiatan "ilegal" Beijing di Laut Cina Selatan.
Dalam pernyataan yang dirilis Jumat malam (10/6/2022), Kemlu Filipina menuding Cina terlibat dalam "penangkapan ikan secara ilegal" sementara kapal penjaga pantai Beijing membuntuti kapal Filipina dalam misi pasokan di sekitar perairan dangkalnya.
"Cina tidak memiliki hak untuk menangkap ikan, memantau, atau mengganggu kegiatan sah Filipina di dalam perairan itu," kata Kemlu Filipina.
Kementerian tersebut mengatakan bahwa tindakan Cina terjadi di Second Thomas Shoal, yang diklaim oleh Beijing dan Manila dan terletak 105 mil laut (195 km) dari provinsi Palawan, Filipina.
Pada November, Filipina membatalkan misi pasokan di atol setelah tiga kapal penjaga pantai Cina menutup jalur dan menggunakan meriam air di kapal pasokan.
Cina mengklaim sebagian besar wilayah Laut Cina Selatan dan terus menegaskan kehadirannya di jalur air strategis itu, meskipun keputusan arbitrase pada tahun 2016 membatalkan klaim Beijing.(PH)