Tiongkok: Sanksi Sepihak terhadap Iran harus Segera Dicabut
https://parstoday.ir/id/news/world-i192380-tiongkok_sanksi_sepihak_terhadap_iran_harus_segera_dicabut
Pars Today - Guo Jiakun, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, dengan menekankan perlunya pencabutan secepat mungkin sanksi sepihak terhadap Iran, menyambut baik kemungkinan pencabutan pembatasan yang diberlakukan terhadap Teheran.
(last modified 2026-07-01T14:49:32+00:00 )
Jul 01, 2026 21:48 Asia/Jakarta
  • Jubir Kemenlu Tiongkok, Guo Jiakun
    Jubir Kemenlu Tiongkok, Guo Jiakun

Pars Today - Guo Jiakun, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, dengan menekankan perlunya pencabutan secepat mungkin sanksi sepihak terhadap Iran, menyambut baik kemungkinan pencabutan pembatasan yang diberlakukan terhadap Teheran.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip IRNA, Guo Jiakun, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, dalam konferensi pers hari ini (Rabu,1/7), menanggapi tindakan potensial AS untuk mencabut sanksi terhadap Iran dan mengatakan: "Beijing selalu menuntut pencabutan secepat mungkin sanksi sepihak terhadap Teheran."

 

Ia juga menyatakan harapannya bahwa Iran dan AS akan melaksanakan nota kesepahaman yang telah mereka tandatangani sebelumnya dengan baik, melanjutkan negosiasi mereka, dan berupaya untuk mencapai solusi politik yang komprehensif tentang masalah Iran secepat mungkin.

 

AS dan rezim Israel pada dini hari 28 Februari 2026 (9 Esfand 1404) memulai serangan kedua mereka terhadap Iran sekali lagi di tengah negosiasi, dan pada 9 April 2026 (20 Farvardin 1405), gencatan senjata sementara dengan mediasi Pakistan diumumkan dan negosiasi langsung antara Teheran dan Washington dimulai di Islamabad.

 

Pada akhirnya, kesepakatan Iran dan AS tercapai setelah mediasi Pakistan, Qatar, dan sejumlah negara kawasan lainnya, dan nota kesepahaman terkait ditandatangani secara elektronik pada hari Kamis, 18 Juni 2026 (28 Khordad 1405), oleh Masoud Pezeshkian dan Donald Trump, presiden kedua negara.

 

Dokumen ini menetapkan kerangka pengakhiran operasi militer, pelaksanaan komitmen timbal balik, dan dimulainya periode 60 hari untuk negosiasi teknis dan pencapaian kesepakatan komprehensif. (MF)