Taliban Larang Mahasiswi Afghanistan ke Luar Negeri, Ini Alasannya
Taliban tidak mengizinkan puluhan mahasiswi Afghanistan yang tidak didampingi laki-laki untuk naik ke pesawat dan melakukan perjalanan ke Qatar.
Setelah meraih kembali kekuasaan di Afghanistan sejak 15 Agustus tahun lalu hingga sekarang, Taliban menerapkan sejumlah kebijakan yang melarang anak perempuan untuk belajar di atas kelas enam, pemisahan gender di universitas dan pemecatan perempuan dari beberapa pekerjaan yang memicu protes dari dalam dan luar negeri.
Tidak hanya itu, Taliban juga melarang mahasiswi Afghanistan yang tidak didampingi muhrim laki-laki melakukan perjalanan ke luar negeri.
Media lokal Afghanistan dikuti Middle East Eye mengkonfirmasi berita ini dengan mengutip sumbernya di Kabul dan Qatar.
Middle East Eye hari Sabtu melaporkan sejumlah mahasiswi Afghanistan yang telah mendapatkan tiket dan visa dari Qatar dilarang menaiki pesawat oleh Taliban yang berkuasa di Afghanistan saat ini.
Sebuah video yang dikirim ke Middle East Eye menunjukkan bahwa para mahasiswi Afghanistan terkatung-katung di Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, karena Taliban menghalangi mereka menaiki pesawat.
Salah satu perempuan yang tidak mau disebutkan namanya karena takut akan penindasan yang dilakukan personil Taliban mengatakan, "120 mahasiswi memasuki bandara pada Kamis pagi dan telah melewati lima tahapan inspeksi bandara. Bahkan izin keluar pun tercatat di paspor mereka. Tetapi pada detik-detik akhir keberangkatan tidak diizinkan naik ke pesawat Ariana Airlines,".
"Secara tiba-tiba, personil Taliban menghentikan kami di depan tangga pesawat dan tidak mengizinkan kami naik. Mereka menahan kami di terminal selama lebih dari empat jam dan menghina kami," tegasnya.(PH)