Inggris Keluar, Turki Ledek Uni Eropa
Presiden Turki Tayyip Erdogan, mengatakan Uni Eropa akan kehilangan lebih banyak anggotanya dalam waktu dekat jika masih mempertahankan jalur yang sekarang.
Dalam pidato yang dibuat setelah Inggris keluar dari Uni Eropa, Erdogan pada Jumat (24/6/2016) menambahkan blok tersebut menunda keanggotaan Ankara untuk bergabung karena Islamophobia. Demikian dilansir Reuters.
Wakil Perdana Menteri Turki, Nurettin Canikli dalam merespon kemenangan kubu pro-Brexit, mengatakan fragmentasi Uni Eropa telah dimulai dan Inggris adalah negara pertama yang meninggalkan bahtera.
Turki diakui sebagai kandidat keanggotaan penuh di Uni Eropa sejak tahun 1999 dan negosiasi sudah dimulai pada 2005, tetapi perundingan itu tidak membawa kemajuan.
Erdogan bahkan mengusulkan Turki untuk menggelar referendum mengenai apakah akan melanjutkan proses panjang untuk bergabung dengan Uni Eropa atau menghentikannya. (RM)