PBB Sambut Baik Usulan Gencatan Senjata Sementara Putin di Ukraina
Menanggapi usulan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk gencatan senjata sementara di Ukraina, Juru Bicara PBB menyatakan bahwa organisasi internasional ini menyambut setiap upaya untuk mengakhiri perang yang sejalan dengan Piagam PBB.
Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengumumkan bahwa gencatan senjata akan diberlakukan di Ukraina mulai 6 Januari pukul 12:00 hingga 7 Januari pukul 00:00.
Presiden Rusia mengatakan alasan keputusan itu untuk mengizinkan umat Kristen Ortodoks menunaikan kebaktian di gereja.
Kremlin juga meminta Ukraina untuk mengumumkan gencatan senjata.
Juru Bicara PBB Stephane Dujarric kepada wartawan hari Kamis (5/1/2023) waktu setempat mengatakan,"Kami tidak menutup kemungkinan mencapai perdamaian di Ukraina, dan kami siap mendukung semua upaya untuk mencapai perdamaian di Ukraina."
Sementara itu, Ned Price, Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS menanggapi usulan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk gencatan senjata sementara dengan menyebutnya munafik, dan mengatakan bahwa Washington tidak terlalu percaya dengan usulan tersebut.
Pejabat Departemen Luar Negeri Amerika ini mengklaim bahwa Rusia menggunakan setiap kesempatan untuk mengumumkan gencatan senjata demi memperkuat pasukan mereka.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS juga mengklaim bahwa Putin mencoba menipu dunia dengan pengumuman gencatan senjata Rusia sebelumnya disertai dengan serangan udara di Mariupol.
Presiden AS Joe Biden juga bereaksi pada Kamis terhadap perintah Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menetapkan gencatan senjata sementara di Ukraina.
Biden mengklaim bahwa Putin mencari ruang bernapas dengan menawarkan gencatan senjata di Ukraina sejak dimulainya perang di Ukraina yang telah berlangsung selama 287 hari,
Amerika hingga kini terus memberikan bantuan keuangan dan militer miliaran dolar ke Kyiv, yang memperpanjang perang di Ukraina.(PH)