Penutupan Rekening Bank Nasabah di Inggris Picu Banjir Protes
Gelombang baru penutupan rekening bank nasabah dengan dalih masalah politik di Inggris memicu banjir protes yang semakin besar di negara ini.
Menurut laporan surat kabar Daily Express pada hari Minggu, bank-bank Inggris menolak memberikan layanan keuangan kepada perusahaan militer dalam tindakan yang ditafsirkan mengganggu keamanan nasional negara ini.
Kementerian Pertahanan Inggris dikabarkan telah memulai penyelidikan di bidang ini menyusul pengaduan puluhan perusahaan militer.
Sementara itu, para ahli Inggris telah memperingatkan bahwa proses ini dapat menyebabkan kebangkrutan industri pertahanan, dan membuat negara tersebut bergantung pada perusahaan asing, dan secara signifikan mengurangi keamanan nasional.
Departemen Keuangan Inggris baru-baru ini meluncurkan penyelidikan terpisah terhadap gelombang baru pembekuan rekening bank.
Belum lama ini, Nigel Farage, mantan pemimpin Partai Brexit dan salah satu tokoh sayap kanan Inggris, mengumumkan bahwa rekening banknya telah ditutup, karena perannya dalam mempromosikan keluarnya negara ini dari Uni Eropa.
Menurut laporan Daily Express, kepala perusahaan pertahanan mengklaim bahwa rekening bank mereka juga telah dibekukan dan permintaan pinjaman dan asuransi mereka ditolak.
Saluran berita Sky baru-baru ini menulis dalam laporan kontroversialnya mengutip seorang pejabat bank Inggris, bahwa kebijakan baru lembaga keuangan tidak mengizinkan pembukaan rekening untuk individu atau kelompok yang terkait dengan masalah politik.
Sementara kepala Asosiasi Keuangan Inggris menyangkal hubungan penutupan akun individu dengan masalah politik, dan gelombang baru penutupan akun pelanggan telah memicu protes luas di dalam negeri.(PH)