Kedubes AS Bantah Tudingan Pejabat-pejabat Turki
Duta Besar Amerika Serikat untuk Turki menilai tudingan sejumlah pejabat Ankara tentang dukungan Washington kepada kudeta di negara itu sebagai tuduhan yang tidak dapat diterima.
Seperti dilansir Reuters, John Bass dalam pernyataannya pada Senin (18/7/2016) membantah laporan media dan statemen beberapa pejabat Turki yang menuduh AS mendukung kudeta di negara itu.
Ia mengatakan, tudingan dan pernyataan seperti ini akan merusak reputasi internasional kedua negara sebagai anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
Bass juga menyatakan kesiapan Kedutaan Besar AS di Ankara untuk membantu melakukan penyelidikan luas terkait kudeta di Turki.
Ia menambahkan, segala bentuk permintaan kepada AS yang memenuhi persyaratan hukum akan dievaluasi.
Sebelumnya, Menteri Tenaga Kerja dan sejumlah tokoh politik terkemuka lainnya di Turki mengatakan, AS merancang kudeta yang dilakukan oleh sekelompok militer Turki.
Kudeta yang dilakukan sekelompok militer Turki pada Jumat malam gagal setelah rakyat negara ini turun ke jalan-jalan.
Binali Yildirim, Perdana Menteri Turki dalam pernyataannya mengatakan, kudeta militer pada 15 Juli 2016 telah menewaskan 206 orang, di mana 60 orang di antaranya adalah polisi, tiga orang tentara dan 145 orang warga sipil.
Menurutnya, kudeta tersebut juga melukai 1.491 orang. Sementara jumlah orang yang ditahan terkait kudeta ini mencapai 7.543 orang.
Yildirim menjelaskan, 100 orang yang ditangkap adalah polisi, 6.038 orang hakim dan jaksa, 650 orang lainnya adalah warga sipil yang dituduh terlibat dalam aksi kudeta militer. Sebanyak 2.745 hakim dan jaksa dan 8.777 pegawai Kementerian Dalam Negeri Turki dipecat. (RA)