Erdogan: Kami Menghadapi Kelemahan Intelijen
-
Recep Tayyip Erdogan
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menyatakan, "Kami menghadapi kelemahan intelijen."
Erdogan dalam wawancaranya dengan Reuters, menjelaskan bahwa dirinya mendengar kabar kudeta dari iparnya guru pensiunan, dan dia gagal menghubungi ketua dinas intelijen setelah berulang kali mencoba.
Dikatakannya, kudeta itu disusun 24 jam sebelumnya sehingga ketidaktahuan dalam hal ini tidak dapat dijustifikasi.
"Yang pasti rencana ini telah disusun berbulan-bulan lalu akan tetapi sayang sekali agen-agen negara sama sekali tidak mengetahuinya," tambahnya.
Erdogan lebih lanjut mengimbau militer untuk belajar dari aksi tersebut dan mengatakan, "Dengan imbauan dewan keamanan nasional serta putusan kabinet dan parlemen, telah diumumkan kondisi darurat di seluruh wilayah Turki selama tiga bulan dan jika diperlukan, akan diperpanjang hingga tiga bulan mendatang."
Di bagian lain pernyataannya, Erdogan menyinggung tewasnya 246 orang pada percobaan kudeta dan terlukanya 2.185 lainnya dan mengatakan, "Para pengkhianat yang menyebabkan korban tewas ini akan menerima hukumannya." (MZ)