Upaya Mengekstradisi Gulen
Departemen Kehakiman Amerika Serikat dilaporkan akan mengirim sebuah delegasi ke Ankara pekan depan untuk membahas masalah ekstradisi tokoh oposisi Turki, Fethullah Gulen.
Pengiriman itu akan dilakukan sebelum perjalanan Menteri Luar Negeri AS John Kerry ke Turki pada tanggal 24-25 Agustus mendatang. Menurut media-media Turki, Departemen Kehakiman AS akan mengirim sebuah tim teknis ke Ankara untuk membahas permintaan ekstradisi Gulen.
Perkembangan terbaru di Turki pasca percobaan kudeta dan dugaan campur tangan Gulen, dapat dipastikan akan menjadi salah satu fokus utama pembicaraan para pejabat Ankara dengan Kerry serta masalah ekstradisi pemimpin gerakan Hizmet itu ke Turki.
Pemerintah Ankara menuduh Gulen dan pengikutnya memainkan peran kunci dalam kudeta.
Beberapa politisi dan mantan pejabat Turki percaya bahwa masa depan hubungan Ankara dan Washington bergantung pada keputusan AS untuk menyerahkan Gulen ke Turki. Dari sisi lain, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Mark Toner sebelumnya mengatakan, Washington sedang mempelajari dokumen baru yang dikirim pemerintah Ankara untuk ekstradisi Gulen.
"Departemen Kehakiman AS adalah lembaga yang berwenang untuk mengambil keputusan terkait validitas dokumen yang dikirim Turki untuk mengekstradisi Gulen," tambahnya.
Dalam situasi seperti ini, media online Rusia Gazeta menulis, "Bahkan jika Turki menyerahkan semua dokumen untuk meyakinkan Gedung Putih terkait ekstradisi Gulen, AS tetap tidak akan menyerahkannya ke Turki."
Sebuah pengadilan di Istanbul pada Kamis lalu juga mengeluarkan surat perintah penangkapan Gulen atas tuduhan terlibat dalam upaya kudeta di Turki.
Surat kabar Turki, Daily Sabah menerbitkan sebuah hasil polling twitter yang memperlihatkan bahwa 69 persen dari 3.129 responden menganggap Dinas Intelijen Pusat AS (CIA) sebagai penyokong utama kelompok Gulen. Sementara 20 persen responden menyebut Gedung Putih sebagai pendiri kelompok Gulen.
Namun, para pengacara Fethullah Gulen mengklaim bahwa pemerintah Recep Tayyip Erdogan sedang mencari cara untuk meneror pemimpin gerakan Hizmet tersebut. Salah seorang pengacaranya, Reid Wengarten menyampaikan kekhawatiran serius tentang keselamatan Gulen.
Sejumlah pengamat percaya bahwa isu tersebut sengaja disebarkan untuk meminimalisir kemungkinan AS memutuskan ekstradisi Gulen ke Turki.
Sementara itu, pemerintah Ankara bersikeras agar Gulen diserahkan ke mereka dan melarang kegiatan kelompok teroris Hizmet. Sejauh ini, Erdogan telah meminta negara-negara Islam untuk menutup lembaga-lembaga pendidikan yang berhubungan dengan Gulen. (RM)