Sumber Derita dan Tawa dunia, Ketika Trump Berbicara tentang Keruntuhan Amerika
https://parstoday.ir/id/news/world-i170554-sumber_derita_dan_tawa_dunia_ketika_trump_berbicara_tentang_keruntuhan_amerika
Donald Trump, Presiden Terpilih Amerika Serikat pada hari Kamis setelah insiden teroris di kota New Orleans mengumumkan bahwa Amerika Serikat saat ini menghada[i bencana dan kehancuran serta telah menjadi bahan tertawaan dunia.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jan 04, 2025 10:39 Asia/Jakarta
  • Sumber Derita dan Tawa dunia, Ketika Trump Berbicara tentang Keruntuhan Amerika

Donald Trump, Presiden Terpilih Amerika Serikat pada hari Kamis setelah insiden teroris di kota New Orleans mengumumkan bahwa Amerika Serikat saat ini menghada[i bencana dan kehancuran serta telah menjadi bahan tertawaan dunia.

Menurut Pars Today, Donald Trump mengkritik kepemimpinan yang lemah dan fakta lemahnya kepemimpinan di negaranya serta perbatasan yang terbuka, dalam pesannya di Truth Social yang berbunyi, "Negara kita menghadapi bencana dan jadi bahan tertawaan seluruh rakyat dunia! Hal ini terjadi ketika perbatasan terbuka, terdapat kepemimpinan yang tidak efektif dan lemah, dan hampir tidak ada kepemimpinan".

Sebelumnya pada hari Rabu, Trump menghubungkan serangan teroris di New Orleans, yang menyebabkan 15 orang tewas dan 35 orang terluka, dengan imigrasi ilegal, dengan mengatakan,"Saya tegaskan bahwa para penjahat yang datang [ke Amerika Serikat] jauh lebih buruk daripada para penjahat yang berada di negara kita sendiri".

Trump menambahkan, "Tingkat kejahatan di Amerika berada pada tingkat yang belum pernah dilihat oleh siapa pun sebelumnya."

Seorang warga negara Amerika berusia 42 tahun asal kota Dallas, Texas, pada hari Rabu, di hari pertama tahun baru, mengendarai mobilnya ke arah sekelompok orang yang merayakan Tahun Baru di New Orleans, Louisiana, dan kemudian melepaskan tembakan. Selain bendera Daesh, ia membawa sejumlah senjata dan bom di mobil vannya. Pelaku penyerangan di New Orleans memiliki riwayat bertugas di Angkatan Darat Amerika Serikat, dan dalam video yang dikaitkan dengan penyerang yang dipublikasikan di media sosial, disebutkan riwayat pekerjaannya sebagai pakar real estate.

Presiden AS Joe Biden pada Kamis mengatakan ada indikasi pelaku serangan maut di New Orleans terinspirasi Daesh.

Kritik keras Trump terhadap pemerintah dan lembaga-lembaga Amerika serta pengakuannya atas kelemahan Amerika sekali lagi memunculkan persoalan yang berulang kali ditekankan oleh para ahli dan ilmuwan politik, yaitu keruntuhan bertahap Amerika dalam berbagai dimensi. Tentu saja, Trump menganggap manifestasi dari keruntuhan ini adalah kepemimpinan yang tidak efektif dan lemah serta penyimpangan lembaga-lembaga federal dari tugas utama mereka dan menangani tindakan-tindakan yang bermotif politik.

Dalam hal ini, Trump menyatakan dalam serangan keras terhadap lembaga-lembaga federal Amerika bahwa Kementerian Kehakiman, Polisi Federal Amerika, pemerintah Demokrat dan jaksa penuntut tidak melakukan apa pun. Menurut Trump, mereka korup dan tidak kompeten. Alih-alih fokus melindungi warga Amerika dari kekerasan yang telah merasuki seluruh aspek pemerintahan dan bangsa Amerika dari dalam dan luar, mereka malah membuang-buang waktu dengan tindakan ilegal yang menyerang Trump dan lawan politik mereka.

Masalah berkurangnya peran, kekuasaan dan pengaruh Amerika Serikat secara bertahap dalam berbagai aspek baik di kancah dalam negeri maupun luar negeri dalam kerangka tema yang bertajuk “American Decline” telah menjadi perhatian para pemikir politik selama bertahun-tahun, dan telah diangkat dalam literatur politik dan hubungan internasional.

Banyak diskusi mengenai isu ini, tidak hanya dari negara-negara penentang dan rival Amerika, namun juga di kalangan akademisi dan politik barat sendiri.

Mustafa Khoshcheshm, pakar isu-isu Amerika, mengatakan, "Keruntuhan Amerika bukanlah masalah yang terjadi dalam semalam, namun kemerosotan Amerika sudah dimulai sejak lama. Masalah ini juga menarik perhatian rival Amerika".

Sehubungan dengan hal tersebut, pada bulan Juli 2021, Presiden Rusia Vladimir Putin menyinggung isu dan permasalahan yang dihadapi Amerika Serikat serta pendekatannya yang tirani dan tidak efisien, dengan menyatakan bahwa masalahnya adalah jumlah masalah tersebut terus meningkat dan akan tiba saatnya ketika tidak mungkin lagi untuk menyelesaikannya. Dengan cara ini, Amerika Serikat dengan percaya diri dan tegas mengambil jalan yang sama seperti yang diikuti oleh Uni Soviet.

Menurut para kritikus, kekuatan Amerika Serikat sedang menurun, baik secara internal maupun eksternal. Di Amerika Serikat, krisis ekonomi, sosial dan bahkan keamanan semakin parah akibat penyebaran terorisme dalam negeri dan kekerasan bersenjata, meningkatnya kesenjangan ras dan kelas, perbedaan politik yang parah, dan polarisasi masyarakat. Di kancah luar negeri, proses kemunduran atau penurunan kekuatan Amerika secara bertahap tidak hanya terjadi pada bidang hard power yaitu kekuatan militer, dan semi-hard power yaitu kekuatan ekonomi, tetapi juga menurut banyak analis, soft power Amerika telah melemah.

Presiden Rusia Putin telah memperkirakan bahwa Amerika Serikat pada akhirnya akan mengalami nasib yang sama seperti Uni Soviet, yakni keruntuhan, mengingat tidak efisiennya pendekatan, kebijakan, dan tindakan Amerika Serikat di berbagai bidang.(PH)