Berita / Dunia
Seruan Global untuk Pembebasan Barghouti / Penyanyi Inggris: Hidup intifada
Pars Today – Lebih dari 200 tokoh budaya, politik, sosial dan olahraga terkemuka di seluruh dunia telah menyerukan pembebasan politisi dan komandan Palestina Marwan Barghouti dari penjara Israel.
Marwan Barghouti, 66 tahun, anggota gerakan Fatah dan salah satu pemimpin Palestina paling populer, dijatuhi hukuman oleh pengadilan Israel atas tuduhan keterlibatan dalam operasi anti-Zionis selama Intifada Kedua. Ia telah mendekam di penjara selama lebih dari dua dekade.
Menurut laporan Pars Today, sejumlah tokoh budaya terkenal dunia, termasuk Margaret Atwood — penyair, penulis cerita, kritikus sastra, dan aktivis politik asal Kanada — Ian McKellen, aktor asal Inggris, serta Richard Branson, pengusaha, investor, sekaligus pendiri dan pimpinan Virgin Group, menandatangani sebuah surat terbuka yang menyerukan pembebasan Marwan Barghouti.
Para penandatangan surat terbuka di Inggris mencakup sejumlah penulis, aktivis sosial, serta tokoh olahraga, di antaranya Gary Lineker — pesepakbola sekaligus komentator terkenal asal Inggris — Philip Pullman, penulis Inggris, Zadie Smith, novelis, dan Annie Ernaux, penulis sekaligus profesor asal Prancis.
Dalam kaitan ini, harian Inggris The Guardian menulis bahwa kini muncul kekhawatiran Tel Aviv berupaya mengesahkan undang-undang baru yang memungkinkan Israel menerapkan hukuman mati terhadap tahanan Palestina, sebuah aturan yang berpotensi mencakup Marwan Barghouti.
Penyanyi Inggris Tampil dengan Slogan “Hidup Intifada”
Dalam sebuah kabar lain terkait dukungan kalangan seniman terhadap Palestina disebutkan bahwa Bob Vylan, musisi terkenal asal Inggris yang sebelumnya menghebohkan publik di Festival Glastonbury dengan slogan “Matilah Tentara Israel”, pekan lalu menggelar konser besar di Brussel.
Dalam penampilan tersebut, penyanyi Inggris ini mengenakan kaus bertuliskan “Hidup Intifada” — sebuah pilihan yang menyampaikan pesan politik tegas dalam mendukung rakyat Palestina dan perjuangan para tahanan di penjara rezim Zionis.
Sebelumnya, Vylan juga sempat menjadi sorotan karena sikap kerasnya terhadap tentara pendudukan Zionis, yang berujung pada pelarangan masuk grupnya ke Amerika Serikat. Namun, dalam konser di Brussel ia kembali menegaskan solidaritasnya dengan Palestina dan menekankan bahwa seni merupakan bagian tak terpisahkan dari perjuangan rakyat melawan penjajahan dan penindasan. (MF)