Peningkatan Kejahatan Rasial dan Agama di Eropa kian Mengkhawatirkan
https://parstoday.ir/id/news/world-i183802-peningkatan_kejahatan_rasial_dan_agama_di_eropa_kian_mengkhawatirkan
Pars Today – Seorang anggota Komite Hak Asasi Manusia PBB di Denmark mengkritik kebijakan pemerintah negara tersebut dan memperingatkan tentang pembatasan kebebasan beragama bagi umat Muslim.
(last modified 2026-01-07T13:32:23+00:00 )
Jan 07, 2026 20:29 Asia/Jakarta
  • Tolak Rasisme dan Islamophobia
    Tolak Rasisme dan Islamophobia

Pars Today – Seorang anggota Komite Hak Asasi Manusia PBB di Denmark mengkritik kebijakan pemerintah negara tersebut dan memperingatkan tentang pembatasan kebebasan beragama bagi umat Muslim.

Menurut laporan Pars Today, Ole Olsen, anggota Komite Hak Asasi Manusia PBB di Denmark, dalam sebuah catatan di surat kabar Avisen Danmark menulis: “Kebebasan beragama dan keyakinan adalah hak dasar manusia yang dijamin baik dalam konstitusi Denmark maupun dalam konvensi PBB, namun sebagian masyarakat Denmark, khususnya terhadap Muslim, mengabaikan prinsip ini.”

 

Dengan merujuk pada sebuah survei yang diterbitkan di mingguan Weekendavisen, ia menegaskan bahwa sekitar seperempat warga Denmark berpendapat kebebasan beragama tidak seharusnya mencakup Muslim; sebuah pandangan yang menurutnya “mengkhawatirkan dan menakutkan.” Olsen juga menuduh Rasmus Stoklund, Menteri Imigrasi Denmark, melakukan pengabaian nyata terhadap perlindungan kebebasan beragama bagi umat Muslim.

 

Peningkatan kejahatan bermotif kebencian rasial dan agama di Inggris

 

Sementara itu, sebuah media Inggris dengan mengacu pada data terbaru kepolisian dan laporan lembaga sipil menyatakan bahwa meningkatnya kejahatan bermotif kebencian rasial dan agama di kereta serta bus negara tersebut telah merusak rasa aman dalam perjalanan sehari-hari. Banyak penumpang, khususnya Muslim dan kelompok minoritas lain, membatasi penggunaan transportasi umum karena takut akan penghinaan, ancaman, atau serangan.

 

Surat kabar The Guardian, dengan mengacu pada data Kepolisian Transportasi Inggris, menulis bahwa jumlah kejahatan bermotif kebencian rasial yang tercatat di jaringan kereta dan stasiun di seluruh Inggris, Wales, dan Skotlandia meningkat dari 2.827 kasus pada tahun 2019–2020 menjadi 3.258 kasus pada tahun 2024–2025. Kejahatan bermotif kebencian agama juga dalam periode yang sama naik dari 343 kasus menjadi 419 kasus pada tahun 2023–2024, meskipun pada tahun berikutnya sedikit menurun menjadi 372 kasus.

 

Media Inggris tersebut, dengan mengutip pernyataan para aktivis anti-rasisme, menulis bahwa angka-angka ini hanyalah “puncak gunung es” dan banyak korban, karena rasa takut, keraguan apakah laporan mereka akan dianggap serius, atau ketidakpercayaan terhadap proses hukum, memilih untuk tidak melaporkan pengalaman mereka. (MF)