Iran dan Pakistan Bertekad Tingkatkan Volume Perdagangan Bersama
-
Pertemuan Menteri Ekonomi dan Keuangan Iran dan Pakistan
Pars Today – Dalam pertemuan antara menteri ekonomi Iran dan Pakistan, kedua pihak menekankan peningkatan volume perdagangan bersama.
Menteri urusan Ekonomi dan Keuangan Iran dan Pakistan pada 8 Februari dalam sebuah pertemuan di sela-sela Konferensi untuk Ekonomi Pasar Berkembang (ACEME) di Arab Saudi, menegaskan komitmen timbal balik untuk mempermudah kerja sama ekonomi dan meningkatkan volume perdagangan bersama.
Humas Kementerian Keuangan Pakistan mengeluarkan pernyataan yang mengungkapkan bahwa Senator Mohammad Aurangzeb, Menteri Keuangan dan Pendapatan Nasional Pakistan, telah bertemu dengan Sayid Ali Madanizadeh, Menteri Ekonomi dan Keuangan Iran, di sela-sela Konferensi untuk Ekonomi Pasar Berkembang (ACEME) yang diselenggarakan oleh pemerintah Arab Saudi di kota Al-Ula. Pertemuan ini berfokus pada penguatan perdagangan dan kerjasama ekonomi bilateral antara Pakistan dan Iran.
Menteri Ekonomi dan Keuangan Republik Islam Iran dan Pakistan, sesuai dengan visi dan arahan pemimpin Iran dan Pakistan, sekali lagi menegaskan komitmen bersama mereka untuk meningkatkan volume perdagangan bilateral. Keduanya juga menyerukan adanya interaksi yang berkelanjutan, memfasilitasi perdagangan, dan menghilangkan hambatan untuk mencapai manfaat bersama. Menteri Ekonomi dan Keuangan Republik Islam Iran menyebutkan beberapa peluang khusus untuk investasi dan kerjasama di pasar dengan tujuan memperdalam hubungan ekonomi dan menciptakan hasil yang saling menguntungkan, yang disambut baik oleh Menteri Keuangan Pakistan.
Tampaknya potensi yang ada untuk meningkatkan tingkat perdagangan antara Iran dan Pakistan dengan target perdagangan 10 miliar dolar AS menunjukkan tekad serius kedua negara untuk memanfaatkan potensi ini.
Iran dan Pakistan, sebagai dua negara tetangga dengan perbatasan panjang dan kesamaan budaya serta sejarah, memiliki banyak peluang untuk mengembangkan kerjasama ekonomi.
Salah satu bidang utama adalah sektor energi. Iran, dengan sumber daya minyak dan gas yang besar, dapat memenuhi kebutuhan energi Pakistan. Sebaliknya, Pakistan dengan pertumbuhan populasi yang pesat dan perkembangan industri menjadi pasar besar untuk ekspor energi Iran. Kerjasama di bidang gas alam cair, petrokimia, dan listrik dapat membantu meningkatkan volume perdagangan resmi dan mencegah penyelundupan serta perdagangan informal.
Sektor pertanian juga merupakan salah satu bidang kunci kerjasama. Iran memiliki kemampuan besar dalam memproduksi produk pertanian dan makanan, sementara Pakistan juga memiliki tempat khusus dalam produksi beras, buah tropis, dan produk ternak. Pertukaran produk-produk ini tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik kedua negara tetapi juga dapat membuka peluang untuk ekspor bersama ke pasar ketiga.
Industri pendukung kedua negara juga memiliki potensi kerja sama yang tinggi. Iran memiliki pengalaman panjang di bidang otomotif, suku cadang industri, pertambangan, dan konstruksi, sementara Pakistan memiliki kemampuan di industri tekstil, pakaian, peralatan medis, dan perlengkapan olahraga. Kombinasi potensi ini dapat menghasilkan proyek-proyek industri bersama dan meningkatkan lapangan kerja di kedua negara.
Dari perspektif logistik dan transportasi, kedekatan geografis dan keberadaan perbatasan darat dan laut memberikan peluang penting untuk mengurangi biaya perdagangan.
Pemulihan jalur pelayaran langsung antara pelabuhan-pelabuhan Iran dan Pakistan serta pengembangan pasar perbatasan dapat mempermudah proses pertukaran barang. Selain itu, pertukaran informasi bea cukai secara elektronik dan perjanjian-perjanjian perdagangan bebas merupakan alat penting untuk mengatasi hambatan birokrasi dan mempercepat proses ekspor dan impor.
Peran sektor swasta dalam proses ini dangat vital.Kerja sama yang erat antara sektor swasta dan diplomasi ekonomi dapat menjadi penggerak utama tercapainya perdagangan 10 miliar dolar AS.
Pada akhirnya, keinginan politik para pemimpin kedua negara dan dukungan berkelanjutan terhadap pelaku ekonomi akan menjadi dasar untuk mengatasi tantangan-tantangan yang ada, seperti pembatasan keuangan dan regulasi yang rumit.
Jika keinginan ini disertai dengan perencanaan operasional dan investasi bersama, pencapaian perdagangan 10 miliar dolar AS tidak hanya akan mungkin, tetapi juga akan menjadi titik awal bagi babak baru dalam hubungan ekonomi antara Iran dan Pakistan. (MF)