Menhan Somalia: Kami Menghadapi Aksi Israel di Somaliland Sekuat Tenaga
-
Ahmed Moallim Fiqi, Menteri Pertahanan Somalia
Pars Today - Di tengah intensifikasi gerakan rezim Zionis di wilayah Tanduk Afrika dan pelanggaran nyata terhadap kedaulatan Somalia, Menteri Pertahanan Somalia, menyebut rencana keamanan tersembunyi Tel Aviv di wilayah otonom Somaliland, dan menekankan bahwa negaranya akan menghadapi tindakan ini secara hukum.
Menurut laporan IRNA pada hari Minggu (11/01/2026), mengutip Al Jazeera, di tengah intensifikasi gerakan rezim Zionis di wilayah otonom Somaliland, Ahmed Moallim Fiqi, Menteri Pertahanan Somalia menanggapi tindakan penjajah Zionis, dan mengatakan bahwa negaranya akan menggunakan semua cara diplomatik dan hukum yang mungkin untuk menghadapi tindakan ilegal rezim ini.
Ia menekankan bahwa Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Rezim Penjajah Zionis dan kabinetnya, tidak berhak untuk campur tangan di Somaliland dan mengakui pasukan separatis serta mengancam kedaulatan Somalia yang bersatu.
Menteri Pertahanan Somalia mengatakan, "Kami memiliki informasi yang sangat dapat diandalkan bahwa penjajah Zionis berencana untuk memindahkan pengungsi Palestina secara paksa ke wilayah ini (Somaliland)."
Pernyataan Menteri Pertahanan Somalia ini muncul ketika langkah-langkah terbuka Israel di Somaliland terus berlanjut sejalan dengan pendudukan dan kebijakan ekspansionis Tel Aviv di Afrika.
Dalam hal ini, Menteri Luar Negeri Rezim Zionis Gideon Sa'ar, melakukan perjalanan ke wilayah itu pada hari Selasa dalam langkah provokatif dan membahas berbagai isu, termasuk kerja sama diplomatik, keamanan, dan ekonomi yang lebih erat, selama pertemuannya dengan pemimpin separatis, Abdirahman Mohamed Abdullahi.
Sementara itu, kunjungan ilegal pejabat Zionis ke Somaliland, yang merupakan bagian dari Republik Somalia, telah digambarkan sebagai pelanggaran nyata terhadap kedaulatan Somalia dan pelemahan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Dalam hal ini, publikasi keamanan terkemuka mengungkapkan bahwa rezim Zionis berupaya untuk membangun "pusat dukungan logistik" dan basis pengumpulan intelijen di Somaliland. Sebuah tindakan yang mereka yakini dirancang untuk menghadapi Gerakan Ansarullah Yaman di Laut Merah dan Iran.
Sumber-sumber yang terlibat dalam negosiasi juga menekankan dalam sebuah wawancara dengan televisi Channel 12 milik rezim Zionis bahwa pangkalan-pangkalan ini telah didirikan sebagai "titik taktis" agar rezim dapat menggunakan basis intelijennya untuk melakukan survei di luar Selat Bab Al-Mandab.
Karena lokasi geografis Somaliland, dengan garis pantai yang panjang dan letaknya di Teluk Aden, dekat Yaman, telah menjadikan wilayah ini sebagai titik strategis bagi Tel Aviv.
Dengan cara ini, rezim Zionis tidak hanya mengancam stabilitas kawasan, tetapi juga menunjukkan upaya Israel untuk memperluas pendudukan dan pengaruh keamanan militernya di Afrika.(sl)