Pelapor PBB: Sangat Urgen untuk Menangguhkan Hubungan dengan Israel
-
Pelapor Khusus PBB, Francesca Albanese
Pars Today - Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Hak Asasi Manusia di Wilayah Palestina pendudukan mengajak negara-negara dunia untuk menangguhkan hubungan dan memberlakukan sanksi internasional terhadap rezim Zionis.
Francesca Albanese, Pelapor Khusus PBB untuk Hak Asasi Manusia di Wilayah Palestina Pendudukan, mengkritik kelanjutan tindakan rezim Israel di wilayah-wilayah yang diduduki, dan menekankan bahwa negara-negara harus menangguhkan hubungan mereka dengan rezim tersebut selama Tel Aviv tidak mematuhi hukum internasional.
Menurut laporan Pars Today, Albanese menegaskan bahwa rezim Israel tidak berhak menghalangi kegiatan organisasi kemanusiaan di Jalur Gaza dan wilayah Palestina lainnya. Pernyataan ini disampaikan setelah penghancuran markas Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di al-Quds pendudukan; sebuah tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang, menurut juru bicara UNRWA, telah secara praktis menghancurkan kantor dan pusat pendidikan lembaga internasional ini.
Rezim Zionis juga berencana untuk membangun sekitar 1400 unit perumahan untuk pemukim di lokasi bangunan yang dihancurkan, sebuah tindakan yang bertentangan dengan hukum internasional.
Albanese menekankan bahwa tindakan rezim Israel mencerminkan ketidakpedulian penuh terhadap hak asasi manusia internasional dan upaya untuk menghancurkan misi kemanusiaan PBB. Ia menambahkan bahwa sudah saatnya Majelis Umum PBB menangguhkan keanggotaan Israel di lembaga ini dan memberlakukan sanksi internasional, termasuk larangan perdagangan senjata dengan negara tersebut.
Laporan ini menunjukkan bahwa situasi hak asasi manusia di Palestina tetap krisis dan masyarakat internasional memerlukan langkah-langkah segera dan konkret untuk mencegah pelanggaran hukum internasional yang meluas dan untuk melindungi misi kemanusiaan. (MF)