Jubir IRGC kepada Amerika: Kami Siap Hadapi Semua Skenario Kalian!
Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam menganggap opsi militer AS terhadap Iran sebagai sebuah kegagalan.
Tehran, Parstoday, Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam, Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini, merujuk pada ancaman militer dari pejabat Amerika dan pemantauan terus-menerus dan cerdas terhadap pergerakan militer Amerika di kawasan tersebut oleh angkatan bersenjata Republik Islam Iran, mengatakan, "Pengalaman Perang 12 Hari menunjukkan bahwa opsi militer melawan Iran telah gagal dan angkatan bersenjata Republik Islam-lah yang menentukan hasil akhir perang dengan inisiatif sendiri."
Merujuk pada perang psikologis Amerika dalam beberapa hari terakhir dan upaya mereka untuk diplomasi kekuatan dan intimidasi, Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini menambahkan,"Intimidasi dengan menciptakan citra perang dan mengirimkan kapal induk adalah taktik lama para pejabat Amerika. Ia menambahkan: Para pejabat Gedung Putih berada dalam keadaan kebingungan dan keputusasaan mengenai perlawanan Iran dalam pemberontakan bersenjata dan Perang 12 Hari."
Setelah kekalahan telak dan cepat dari pemberontakan Amerika di Iran, mereka mati-matian berusaha menghasut dan menanamkan rasa takut palsu ke dalam masyarakat dan rakyat Iran karena dalam setiap aksi anti-Iran mereka selalu menghadapi perlawanan kuat dari rakyat dan persatuan nasional Iran. Kali ini, mereka mencoba memberikan dampak negatif pada perasaan dan pikiran rakyat Iran melalui perang psikologis.
Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam mencatat: Realitas di lapangan berbeda dari propaganda media musuh. Kami mengendalikan situasi di lapangan dan kami bangga menjadi perisai bangsa Iran yang agung terhadap konspirasi apa pun, dan kali ini, kami meyakinkan rakyat bahwa kami mengendalikan perilaku dan pergerakan musuh dan memiliki rencana aksi untuk semua skenario musuh.
Brigadir Jenderal Naeini menambahkan,"Musuh belum melupakan serangan pendahuluan kami di Al-Udeed, Qatar. Kami memiliki pengalaman mengalahkan musuh dalam perang modern, dalam skala besar dan di medan yang paling berbahaya dan kompleks."(PH)