Intelijen Mesir dan Israel Bertarung di Benua Afrika
https://parstoday.ir/id/news/world-i185140-intelijen_mesir_dan_israel_bertarung_di_benua_afrika
Pars Today - Sumber-sumber berita melaporkan bahwa Mesir sedang melakukan manuver luas di sejumlah negara Afrika dengan tujuan menghadapi pengaruh rezim Zionis.
(last modified 2026-02-07T09:32:03+00:00 )
Feb 07, 2026 16:28 Asia/Jakarta
  • Bendera Mesir dan Israel
    Bendera Mesir dan Israel

Pars Today - Sumber-sumber berita melaporkan bahwa Mesir sedang melakukan manuver luas di sejumlah negara Afrika dengan tujuan menghadapi pengaruh rezim Zionis.

Menurut laporan IRNA hari Sabtu (07/02/2026) yang mengutip Al-Araby Al-Jadeed, beberapa sumber mengetahui Mesir menyatakan bahwa Kairo melakukan manuver luas dan kunjungan tidak resmi ke sejumlah negara Afrika, dengan tujuan menghadapi aktivitas rezim Israel di lembaga-lembaga Afrika yang merugikan kepentingan Mesir.

Manuver ini dilakukan oleh sebuah tim Mesir yang dipimpin oleh Ahmed Abdel Khaleq, penanggung jawab isu Palestina di badan intelijen Mesir.

Sebuah sumber diplomatik tingkat tinggi kepada Al-Araby Al-Jadeed mengatakan bahwa Mayor Jenderal Abdel Khaleq pada bulan Januari melakukan beberapa kunjungan tak diumumkan ke sejumlah negara Afrika, dan selama kunjungan tersebut telah bertemu dengan sejumlah pejabat keamanan negara-negara itu untuk membendung aktivitas intelijen rezim Israel di negara-negara tersebut yang bertujuan melemahkan dan merugikan kepentingan Mesir.

Sumber itu mengungkapkan bahwa di antara negara-negara yang dikunjungi Abdel Khaleq adalah Rwanda, Uganda, Libya, Eritrea, Somalia, dan Sudan. Sumber itu mencatat bahwa penanggung jawab isu Palestina ditugaskan memimpin tim dalam misi ini karena pengalaman luasnya dalam berinteraksi dengan pihak Israel, yang diperoleh melalui pengelolaan isu Gaza dan Palestina selama bertahun-tahun.

Mayor Jenderal Ahmed Abdel Khaleq, dalam sebuah kunjungan ke Sudan pada akhir bulan lalu, hadir secara terbuka dan tak terduga di samping Hassan Rashad, Kepala Badan Intelijen Mesir, dan bertemu dengan Abdel Fattah Al-Burhan, Ketua Dewan Kedaulatan dan Panglima Angkatan Darat Sudan.

Menurut sumber itu, Abdel Khaleq dalam kunjungan ini mengadakan beberapa pertemuan dengan pejabat keamanan dan militer Sudan, yang tujuannya adalah mengoordinasikan manuver sehubungan dengan pemantauan aktivitas petugas Mossad Israel dalam isu-isu krisis Sudan yang menguntungkan dukungan bagi Pasukan Dukungan Cepat (RSF) yang dipimpin Mohamed Hamdan Dagalo (Hemedti), serta aktivitas terkait isu wilayah Somaliland dan perairan Sungai Nil.

Sumber itu mengungkapkan bahwa kunjungan Abdel Khaleq ke Uganda awal bulan lalu juga dilakukan terutama dengan tujuan menyampaikan pesan kepada pejabat setempat setelah terpantau diselenggarakannya pertemuan dengan pejabat Israel yang membahas situasi cekungan Sungai Nil dan upaya-upaya untuk melemahkan usaha Mesir.

Sumber itu juga mengungkapkan bahwa Abdel Khaleq, pada pertengahan bulan lalu, memimpin sebuah delegasi keamanan dari lembaga tersebut mengunjungi Libya timur. Selama kunjungan ini, ia bertemu dengan Saddam Haftar, putra Khalifa Haftar, komandan milisi Libya timur. Pertemuan ini dilakukan sebagai bagian dari peringatan mengenai meluasnya lingkup hubungan dan komunikasi antara pejabat keamanan Israel dengan putra-putra Haftar, Saddam dan Khalid. Dalam pertemuan-pertemuan ini, ia menekankan bahwa Mesir tidak akan mengizinkan ekspansi aktivitas rezim Israel di perbatasan baratnya.

Dewan Transisi Sudan secara resmi mengeluarkan pernyataan pada tanggal 24 Januari mengenai kunjungan Mayor Jenderal Hassan Mahmoud Rashad, Kepala Intelijen Mesir. Pernyataan itu menyebutkan bahwa dalam pertemuan antara Burhan dan Rashad, yang juga dihadiri oleh Letnan Jenderal Ahmed Ibrahim Mufaddal, Direktur Layanan Intelijen Sudan, dibahas hubungan bilateral dan cara-cara memperkuat serta mengembangkannya, serta upaya-upaya memerangi terorisme dan melindungi keamanan Laut Merah dan kawasan.

Pernyataan resmi Sudan juga mencakup foto-foto yang menunjukkan Mayor Jenderal Abdel Khaleq, secara tidak biasa, mendampingi Rashad dalam kunjungan ini.(sl)