Perpecahan di Tubuh Parpol Jepang Jelang Pemilu Dini
https://parstoday.ir/id/news/world-i185172-perpecahan_di_tubuh_parpol_jepang_jelang_pemilu_dini
Upaya Perdana Menteri Jepang untuk mengesahkan undang-undang anti-spionase telah memicu perpecahan di antara partai-partai politik negara tersebut menjelang pemilihan umum dini.
(last modified 2026-02-08T08:33:03+00:00 )
Feb 08, 2026 15:28 Asia/Jakarta
  • Perpecahan di Tubuh Parpol Jepang Jelang Pemilu Dini

Upaya Perdana Menteri Jepang untuk mengesahkan undang-undang anti-spionase telah memicu perpecahan di antara partai-partai politik negara tersebut menjelang pemilihan umum dini.

Menurut laporan situs surat kabar Jepang Mainichi, tekad Sanae Takaichi, Perdana Menteri Jepang, untuk mengesahkan undang-undang anti-spionase telah berubah menjadi isu pemilu dan membagi partai-partai politik menjadi dua kubu: para pendukung yang ingin melindungi keamanan nasional, dan para penentang yang khawatir terhadap ancaman terhadap privasi serta kebebasan sipil.

Partai berkuasa Partai Demokrat Liberal Jepang, di bawah kepemimpinan Takaichi, meyakini bahwa undang-undang semacam itu diperlukan untuk mencegah jatuhnya informasi sensitif pemerintah ke tangan aktor-aktor asing.

Partai Inovasi Jepang, mitra koalisi Partai Demokrat Liberal, juga sepakat dengan perlunya pengesahan undang-undang anti-spionase. Namun, di kalangan oposisi, Partai Demokrat Rakyat dan Partai Sanseito — yang popularitasnya meningkat dalam pemilu terakhir — juga telah mengajukan usulan-usulan terkait langkah-langkah kontra-spionase.

Dalam pemilihan umum Jepang pada 8 Februari, sebanyak 1.270 kandidat akan bersaing untuk memperebutkan 465 kursi parlemen.

Kongres ke-9 Partai Pekerja Korea Utara akan diselenggarakan

Biro Politik Komite Sentral Partai Pekerja Korea Utara telah menyetujui penyelenggaraan Kongres ke-9 partai tersebut pada akhir bulan ini (Februari).

Menurut laporan Korean Central News Agency (KCNA), para pemimpin dan pejabat senior Partai Pekerja Korea Utara, termasuk “Kim Jong-un”, pemimpin negara tersebut, dalam sebuah pertemuan memutuskan agenda dan waktu pelaksanaan kongres ini.

Biro Politik Komite Sentral Partai Pekerja Korea Utara secara bulat menyetujui penyelenggaraan Kongres ke-9 Partai Pekerja Korea Utara di Pyongyang pada akhir Februari 2026. Kongres Partai Pekerja Korea Utara diselenggarakan setiap lima tahun sekali, dan terakhir kali berlangsung pada Januari 2021.

Kongres Partai Pekerja Korea Utara merupakan forum untuk mengumumkan tujuan-tujuan serta perubahan kebijakan dan elit politik negara tersebut. Pada pertemuan sebelumnya, Kim Jong-un terpilih sebagai Sekretaris Jenderal Partai Pekerja Korea.

Korea Utara setelah Kongres 2021 terus mengembangkan arsenal nuklirnya dan telah beberapa kali menguji rudal balistik antarbenua (ICBM). Menjelang kongres baru ini, Kim Jong-un telah mengunjungi berbagai pusat militer dan ekonomi untuk menunjukkan capaian kebijakan dalam negerinya.(PH)