Dari Digitalisasi ke AI, Rekonfigurasi Pendidikan BRICS
https://parstoday.ir/id/news/world-i185194-dari_digitalisasi_ke_ai_rekonfigurasi_pendidikan_brics
Pars Today - Dengan berfokus pada digitalisasi pendidikan, pengembangan pendidikan daring, dan penggunaan kecerdasan buatan, negara-negara anggota BRICS telah mengambil langkah untuk mendefinisikan kembali sistem pendidikan mereka. Sebuah jalan yang dapat mengubah masa depan pendidikan di Global Selatan.
(last modified 2026-02-09T03:48:57+00:00 )
Feb 09, 2026 10:47 Asia/Jakarta
  • Pendidikan di negara-negara anggota BRICS
    Pendidikan di negara-negara anggota BRICS

Pars Today - Dengan berfokus pada digitalisasi pendidikan, pengembangan pendidikan daring, dan penggunaan kecerdasan buatan, negara-negara anggota BRICS telah mengambil langkah untuk mendefinisikan kembali sistem pendidikan mereka. Sebuah jalan yang dapat mengubah masa depan pendidikan di Global Selatan.

Dalam situasi di mana perkembangan teknologi telah memperoleh momentum yang belum pernah terjadi sebelumnya, pendidikan telah menjadi salah satu bidang persaingan dan kerja sama terpenting di antara kekuatan-kekuatan yang sedang berkembang.

Laporan analitis yang diterbitkan di media internasional menunjukkan bahwa negara-negara BRICS, terlepas dari perbedaan budaya dan sejarah mereka, mencoba untuk menanggapi tantangan pendidikan bersama dengan mengandalkan teknologi baru dan memainkan peran yang lebih menonjol dalam agenda pendidikan global.

BRICS; Pemain Kunci dalam Pendidikan Global

Menurut Dewan Pakar BRICS Rusia, pada tahun ajaran 2023-2024, sekitar 35,9 persen anak usia sekolah di dunia tinggal di negara-negara BRICS, dan lebih dari sepertiga sekolah di dunia berada di negara-negara ini. India menempati peringkat pertama dengan lebih dari 365 juta siswa, diikuti oleh Tiongkok, Brasil, Rusia, dan Afrika Selatan, yang menyoroti peran penting mereka dalam masa depan pendidikan global.

Tantangan dan Kekhawatiran Pendidikan Bersama

Para ahli menekankan bahwa negara-negara BRICS menghadapi tantangan serupa, mulai dari memastikan akses yang sama terhadap pendidikan wajib dan inklusif hingga kekurangan guru, migrasi guru, dan keragaman bahasa. Di beberapa negara, pertumbuhan penduduk membutuhkan perluasan infrastruktur pendidikan, sementara di negara lain, migrasi pedesaan telah menyebabkan penutupan sekolah.

Teknologi: Peluang atau Tantangan?

Pengenalan pendidikan digital, jaringan saraf, dan kecerdasan buatan ke dalam sistem pendidikan BRICS dipandang sebagai peluang untuk mengurangi ketidaksetaraan dan memperluas akses. Namun, masih ada pertanyaan tentang kualitas pendidikan daring, peran guru, dan kemampuan platform ini untuk melatih spesialis. Para ahli percaya bahwa masa depan pendidikan tidak akan dibentuk oleh penghapusan model tradisional, tetapi oleh kombinasi pendidikan tatap muka dan digital.

Keragaman Strategi di Negara-negara BRICS

Negara-negara BRICS telah mengembangkan strategi pendidikan yang disesuaikan dengan kondisi nasional mereka. Tiongkok berfokus pada distribusi pendidikan berkualitas yang merata di seluruh negeri, India dan Afrika Selatan berupaya mengurangi angka putus sekolah, dan Rusia serta Tiongkok berupaya mengurangi beban pendidikan pada siswa. Di Brasil, pendidikan inklusif juga telah menjadi prioritas kebijakan utama.

Kerja Sama Pendidikan dan Proyek Bersama

Kerja sama pendidikan BRICS di tingkat akademik dan penelitian telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Langkah-langkah ini termasuk pertukaran dosen dan mahasiswa, program pendidikan jaringan, dan kursus daring bersama. Perkiraan menunjukkan bahwa pada tahun 2030, jumlah siswa yang berpartisipasi dalam program bersama BRICS dapat mencapai 100.000.

Masa Depan Pendidikan di BRICS

Menurut para analis, digitalisasi pendidikan dan pengembangan sumber daya akademik bersama dapat menjadi salah satu layanan publik terpenting di negara-negara BRICS. Meskipun tantangan seperti kesenjangan digital dan keterbatasan sumber daya keuangan masih ada, pengalaman BRICS menunjukkan bahwa pendidikan dapat menjadi mesin penggerak pembangunan manusia dan ekonomi di negara-negara Selatan.(sl)