IEA: Perang terhadap Iran Ancaman Terbesar dalam Sejarah Keamanan Energi Dunia
-
Fatih Birol, Direktur Eksekutif IEA
Pars Today – Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan, “Perang yang dipaksakan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel terhadap Iran telah menciptakan krisis energi terdalam dan terbesar dalam sejarah dunia.”
Menurut laporan Pars Today yang mengutip ISNA, Fatih Birol, Direktur Eksekutif IEA menegaskan, “Perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran bukan hanya tidak memiliki preseden dalam hal volume minyak dan gas yang terputus, tetapi juga akan membayangi ekonomi global selama berbulan-bulan.”
Birol menambahkan, “Volume gas yang dikeluarkan dari produksi akibat perang ini dua kali lipat dari jumlah yang hilang oleh Eropa dalam perang Rusia-Ukraina pada tahun 2022.” Ia juga menekankan bahwa jumlah minyak yang hilang lebih besar dari total guncangan minyak pada tahun 1970-an yang menyebabkan resesi global dan pembatasan bahan bakar di berbagai negara.
Birol meyakini, “Bahkan dengan mengasumsikan bahwa perang berakhir dan Selat Hormuz dibuka, membuka kembali sumur-sumur minyak dan gas untuk produksi membutuhkan waktu lama dan peningkatan produksi di seluruh dunia tidak dapat menggantikan kekosongan energi Asia Barat, dan satu-satunya cara paling penting adalah memulai kembali transit dari Selat hormuz.”
Sementara itu, surat kabar Financial Times melaporkan, “Dalam kondisi saat ini, ancaman Iran untuk menembak kapal musuh secara efektif telah memblokir “arteri vital” energi dunia dan mengganggu rantai pasokan barang-barang penting, mulai dari pupuk pertanian hingga petrokimia, belerang, dan helium.”(sl)