Hadiah Trump untuk Militer Amerika Memerangi Iran
-
Tentara AS
Pars Today - Statistik resmi Amerika Serikat menunjukkan bahwa setidaknya 303 personel militer negara ini terluka selama sebulan pertama konflik dengan Iran, sebagian besar menderita cedera otak serius dan jangka panjang akibat serangan drone dan ledakan.
Menurut laporan Pars Today yang mengutip kantor berita Mehr, seorang pejabat senior Amerika Serikat dalam wawancara dengan jaringan ABC News menyatakan bahwa setidaknya 303 tentara Amerika telah terluka selama sekitar sebulan sejak dimulainya perang Amerika Serikat terhadap Iran.
Menurut laporan tersebut, dari jumlah tersebut, 273 telah kembali bertugas setelah pulih, sementara kondisi 10 orang masih dilaporkan kritis.
Penyebaran Cedera Otak di Kalangan Personel Militer Amerika
Pejabat Amerika telah mengonfirmasi bahwa jenis cedera yang paling umum yang dialami oleh tentara ini adalah cedera otak traumatis (TBI). Cedera ini terutama disebabkan oleh serangan drone ofensif Iran dan penggunaan amunisi peledak lainnya terhadap tentara, yang mengekspos mereka pada ledakan hebat. Cedera otak traumatis dapat menyebabkan masalah serius dan jangka panjang seperti gangguan memori, migrain parah, kelelahan ekstrem, dan gangguan kognitif lainnya.
Sementara itu, data yang dirilis oleh Administrasi Urusan Veteran Amerika menunjukkan bahwa kemungkinan kematian akibat bunuh diri di antara veteran yang menderita cedera otak traumatis hampir dua kali lebih tinggi daripada mereka yang tidak memiliki diagnosis tersebut.
Statistik ini telah meningkatkan kekhawatiran yang meluas tentang konsekuensi jangka panjang perang ini terhadap kesehatan mental dan fisik tentara Amerika.(sl)