Media AS: Penggantian AWACS Butuh Biaya Lebih dari $700 Juta
-
Pesawat AWACS AS
Pars Today - Pesawat AWACS E-3 Sentry Amerika yang rusak dalam serangan Iran ke pangkalan Malik Sultan di Arab Saudi merupakan bagian dari armada yang telah berkurang dari 30 menjadi 16 unit, dan penggantian setiap unitnya menelan biaya lebih dari 700 juta dolar.
Menurut laporan Pars Today mengutip ISNA, pesawat Amerika “E-3 Sentry” yang rusak dalam operasi baru-baru ini di Arab Saudi merupakan bagian dari armada langka pesawat peringatan dini Amerika yang tidak memiliki pengganti siap pakai.
Pesawat ini, yang dikenal sebagai sistem peringatan dan kendali udara berbasis udara (AWACS), dapat memindai area luas untuk mengidentifikasi pesawat dan rudal, dan berfungsi sebagai pusat komando udara untuk mengarahkan tembakan.
Pengganti terdekat untuk pesawat Amerika ini adalah Boeing “E-7 Wedgetail,” yang biaya pembuatannya diperkirakan lebih dari 700 juta dolar per unit.
Menurut laporan Wall Street Journal, Pentagon menyetujui program pembelian Boeing E-7 Wedgetail pada tahun 2023 untuk menggantikan E-3. Namun, program ini telah menghadapi penundaan berulang dan peningkatan biaya.
Angkatan Udara AS bulan ini mengumumkan bahwa Boeing dapat membangun hingga tujuh pesawat dari jenis ini dengan anggaran miliaran dolar.
Pasukan Amerika selama ini mengandalkan E-3 yang lebih tua dari era Perang Dingin. Armada AWACS Amerika, yang pernah berjumlah lebih dari 30 unit, telah berkurang menjadi sekitar 16 unit sebelum serangan Iran ke unit yang diparkir di Arab Saudi.
Biaya pemeliharaan yang tinggi untuk pesawat-pesawat usang ini mengurangi jumlah yang dapat dikerahkan dan jumlah penerbangan harian.
Glenn VanHerck, mantan jenderal Angkatan Udara dan mantan komandan NORAD, mengatakan kepada Wall Street Journal, “E-3 sudah lama melewati masa pakainya dan biayanya telah lama terbayar. Biaya sebenarnya adalah dampak misi dan pelatihan awak untuk masa depan. Nilai sebenarnya adalah kehilangan platform udara dengan armada kecil seperti E-3.”
Pesawat E-3 Sentry, yang dibangun berdasarkan badan pesawat Boeing 707, telah menjadi inti dari sistem peringatan dan kendali udara berbasis udara (AWACS) Amerika sejak era Perang Dingin. Setiap pesawat dilengkapi dengan radar putar di atas badan pesawat dengan jangkauan 400 kilometer yang dapat melacak puluhan target udara secara bersamaan.
Sejak dimulainya agresi Amerika-Zionis terhadap Iran pada 28 Februari, yang telah merenggut nyawa banyak warga sipil Iran dan menyebabkan kerusakan besar pada rumah-rumah penduduk, Iran telah menargetkan pangkalan militer Amerika di Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Yordania dalam operasi Janji Sejati 4, dan biaya perbaikan dan penggantian peralatan yang rusak milik Amerika telah mencapai miliaran dolar.(sl)