Berlanjutnya Balas Dendam Politik Pemerintah Turki
https://parstoday.ir/id/news/world-i18897-berlanjutnya_balas_dendam_politik_pemerintah_turki
Sejumlah media massa lokal Turki mengkonfirmasikan penangkapan tiga mantan diplomat negara ini.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Aug 27, 2016 13:35 Asia/Jakarta
  • gelombang penangkapan di Turki
    gelombang penangkapan di Turki

Sejumlah media massa lokal Turki mengkonfirmasikan penangkapan tiga mantan diplomat negara ini.

Situs koran Milliyet Turki melaporkan bahwa ketiga mantan diplomat itu ditangkap dengan tuduhan terlibat dalam kudeta. Sehari berbagai outlet berita Turki juga mengkonfirmasikan pemecatan empat walikota di sejumlah wilayah Turki. Para walikota itu ditangkap dengan tuduhan keanggotaan dalam kelompok Hizmet yang dipimpin oleh Fethullah Gulen.

 

Media massa Turki kemudian memfokuskan perhatian mereka terhadap periode kiprah para pejabat yang ditangkap di panggung politik. Para walikota pilihan warga itu ditangkap oleh pemerintah dari partai berkuasa Keadilan dan Pembangunan Turki, di saat mereka terpilih oleh masyarakat setempat. Menariknya, kesuksesan Partai berkuasa Keadilan dan Pembangunan Turki juga berkat perjuangan para walikota tersebut. Tidak boleh dilupakan bahwa Partai Keadilan dan Pembangunan juga membangga-banggakan terpilihnya para walikota tersebut yang ikut mendongkrak pamor partai berkuasa sejak tahun 2003.

 

Gurcan Balik, pada periode kepemimpinan Ahmed Davutoglu di Kementerian Luar Negeri Turki, menjadi ketua kantornya dan pada era kepresidenan Abdullah Gul juga menjadi penasehat seniornya. Dua diplomat lain, Ali Findik dan Tuncay Babali, mantan duta besar Turki di Costarica dan Kanada, ditangkap oleh polisi anti-teror di Ankara, dan pada Jumat (26/8), dan langsung digiring ke penjara setelah melalui proses interogasi di Kejaksaan Agung Ankara.

 

Gelombang pemecatan dan balas dendam politik di Turki tidak terbatas di instansi diplomatik, politik, hukum dan eksekutif saja, melainkan juga di seluruh instansi finansial, pendidikan, kebudayaan dan bahkan perusahaan-perusahaan swasta.

 

Penangkapan tokoh seperti Fatih Aktash, manajer direksi Akfa Holding, Farhad Aktash, wakilnya, dan juga Fikrat Inan, ketua perusahaan konstruksi V, juga termasuk dalam prosedur penyelidikan Kejaksaan Istanbul. Mereka ditangkap dan digiring ke penjara setelah dibacakan tuduhan terhadap mereka di pengadilan Istanbul.

 

Yang pasti tuduhan dan sebab penangkapan mereka tidak lain adalah keanggotaan mereka dalam kelompok pimpinan Fethullah Gulen yang dituding mendalangi kudeta gagal pada 15 Juli lalu. Menurut pemerintah Ankara, mereka terlibat dalam sejumlah tuduhan berat seperti pencucian uang, pelanggaran konstitusi dan pendanaan kelompok-kelompok teroris.

 

Berlanjutnya politik tangan besi pemerintah Turki terhadap anggota dan pendukung kelompok Fethullah Gulen itu terjadi di saat Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan pada acara peresmian jembatan Sultan Selim, di Istanbul yang juga dihadiri para diplomat dari sejumlah negara, mengatakan bahwa seluruh fitnah agama dan politik negara ini telah terpadamkan pada malam 15 Juli, yaitu malam terjadinya kudeta gagal Turki.  Menurutnya, sebagian pihak berusaha menciptakan fitnah antara Sunni dan Alawi, antara Turk dan Kurdi, antara golongan kanan dan kiri, akan tetapi semua fitnah tersebut berhasil dipatahkan.

 

Erdogan juga kembali memperingatkan kekuatan-kekuatan yang mendukung Partai Buruh Kurdistan PKK, Daesh dan Fethullah Gulen.

 

Pernyataan Erodgan itu sejatinya dalam upaya menutupi fakta soal perundingan damai antara pemerintah dan PKK, dukungan nyata pemerintah Ankara terhadap Daesh hingga detik sebelum kudeta 15 Juli lalu, serta keharmonisan Erdogan dan Gulen selama beberapa tahun terkhir. Ini adalah teka-teki yang belum terjawab hingga sekarang. Apa sebenarnya yang terjadi? (MZ)