Peringatan untuk Pasar Energi AS / Media Inggris: 'Jangan Remehkan Iran
https://parstoday.ir/id/news/world-i190788-peringatan_untuk_pasar_energi_as_media_inggris_'jangan_remehkan_iran
Pars Today - Menjelang dimulainya perjalanan musim panas dan bersamaan dengan penurunan cadangan yang terus-menerus di Amerika Serikat, data dari Administrasi Energi AS menunjukkan bahwa jika situasi ini berlanjut, tahun 2026 akan tercatat sebagai periode penurunan cadangan bensin terpanjang dalam sejarah negara tersebut.
(last modified 2026-06-01T12:55:41+00:00 )
Jun 01, 2026 19:54 Asia/Jakarta
  • Pasar Energi Amerika
    Pasar Energi Amerika

Pars Today - Menjelang dimulainya perjalanan musim panas dan bersamaan dengan penurunan cadangan yang terus-menerus di Amerika Serikat, data dari Administrasi Energi AS menunjukkan bahwa jika situasi ini berlanjut, tahun 2026 akan tercatat sebagai periode penurunan cadangan bensin terpanjang dalam sejarah negara tersebut.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip IRNA, data dari Administrasi Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan bahwa harga bensin di AS sejak dimulainya serangan terhadap Iran pada 28 Februari (9 Esfand 1404) telah menyebabkan kenaikan harga bensin sebesar 50 persen dan memecahkan rekor harga empat tahun terakhir.

 

Berdasarkan laporan ini, harga per galon bensin di AS saat ini mendekati 4,33 dolar. Tetapi setelah 15 minggu berturut-turut penurunan stok bensin, yang telah membawa cadangan negara itu ke titik terendah pada musim ini sejak 2014, harga kemungkinan akan naik lagi.

 

The Guardian: "Iran Tidak Boleh Diremehkan"

 

Sementara itu, surat kabar Inggris The Guardian dalam sebuah analisis yang ditulis oleh Robert Tait, koresponden politik surat kabar tersebut, menulis: "Iran adalah lawan yang tidak boleh diremehkan." David Hearst, jurnalis Inggris, juga dalam sebuah catatan di situs Middle East Eye menulis: "Iran telah memegang kendali (upper hand), dan AS serta Israel telah gagal mencapai tujuan mereka." (MF)