Tucker Carlson: Penghambat terbesar Kesepakatan dengan Iran, Israel bukan Kongres
https://parstoday.ir/id/news/world-i191852-tucker_carlson_penghambat_terbesar_kesepakatan_dengan_iran_israel_bukan_kongres
Pars Today – Seorang komentator terkenal Amerika menyatakan bahwa presiden negaranya mengetahui bahwa penghalang utama dalam jalan menuju kesepakatan dengan Iran adalah rezim Zionis, dan bukan Kongres AS.
(last modified 2026-06-21T06:09:00+00:00 )
Jun 21, 2026 13:01 Asia/Jakarta
  • Tucker Carlson
    Tucker Carlson

Pars Today – Seorang komentator terkenal Amerika menyatakan bahwa presiden negaranya mengetahui bahwa penghalang utama dalam jalan menuju kesepakatan dengan Iran adalah rezim Zionis, dan bukan Kongres AS.

Menurut laporan Kantor Berita Mehr yang mengutip jaringan Russia Al-Yaum, Tucker Carlson, pembawa acara dan komentator terkenal Amerika, dalam pernyataannya tentang sabotase rezim Zionis terhadap nota kesepahaman terbaru antara Iran dan AS, mengatakan bahwa Donald Trump, Presiden AS, tahu betul bahwa satu-satunya pihak yang dapat menghalangi pencapaian kesepakatan dengan Iran bukanlah Kongres AS, melainkan rezim Zionis Israel.

 

Ia menambahkan: "Sebagaimana Israel telah melakukan sabotase dalam berbagai kasus di masa lalu, ia akan berusaha mengganggu proses kesepakatan dan mencegah finalisasinya."

 

Pernyataan ini disampaikan sementara hari ini, pertemuan spesialis dan teknis pertama antara Iran dan AS dengan mediasi Pakistan dijadwalkan akan diadakan di Swiss.

 

Ia pada hari Kamis juga dalam analisisnya membandingkan nota kesepahaman Iran dan AS dengan krisis Suez pada tahun 1956, dan mengatakan: "Pada hari Jumat, AS secara resmi menerima bahwa Iran adalah aktor yang menentukan, dan ini mengubah segalanya."

 

Carlson, merujuk pada nota kesepahaman terbaru Iran dan AS, menegaskan: "Tetapi dengan kesepakatan ini, AS menunjukkan bahwa meskipun memiliki militer terbaik, terbesar, dan termahal di dunia, ia tidak memiliki kemampuan militer yang diperlukan untuk memaksakan kehendaknya pada ekonomi terbesar ke-34 di dunia."

 

Pembawa acara Amerika ini pada akhirnya menyampaikan pesan ini dengan tegas bahwa sebagaimana krisis Suez mengungkapkan keruntuhan Kekaisaran Inggris, nota kesepahaman ini juga telah menunjukkan kemunduran Kekaisaran Amerika. (MF)