"Opsi Militer Gagal": Meloni Serukan Negosiasi di Tengah Eskalasi Iran-AS
https://parstoday.ir/id/news/world-i192854-opsi_militer_gagal_meloni_serukan_negosiasi_di_tengah_eskalasi_iran_as
Pars Today - Perdana Menteri Italia, dalam konferensi pers setelah KTT NATO, menyatakan bahwa ia berharap akan ada kemungkinan untuk memulai kembali negosiasi antara Iran dan AS.
(last modified 2026-07-09T06:26:15+00:00 )
Jul 09, 2026 13:24 Asia/Jakarta
  • Giorgia Meloni, Perdana Menteri Italia
    Giorgia Meloni, Perdana Menteri Italia

Pars Today - Perdana Menteri Italia, dalam konferensi pers setelah KTT NATO, menyatakan bahwa ia berharap akan ada kemungkinan untuk memulai kembali negosiasi antara Iran dan AS.

Melansir Mehr, 9 Juli 2026, Pars Today melaporkan bahwa Giorgia Meloni, Perdana Menteri Italia, dalam konferensi pers setelah KTT NATO ke-36 di Istana Presiden Beştepe, Turki, mengatakan bahwa dalam beberapa jam terakhir, ia telah menerima berita-berita yang mengkhawatirkan tentang Iran.

Perdana Menteri Italia, menanggapi pertanyaan tentang provokasi terbaru AS di kawasan dengan agresi terhadap wilayah Iran dan pelanggaran nota kesepahaman Tehran-Washington, mengatakan, "Saya sangat khawatir tentang perkembangan di Iran, dan saya tidak dapat mengesampingkan kemungkinan krisis ini menyebar ke bagian lain dari kawasan yang sensitif ini."

Giorgia Meloni kemudian menambahkan, "Kami akan berusaha untuk mencegah skenario seperti itu. Saya belum kehilangan harapan saya akan kemungkinan dimulainya kembali negosiasi tentang Iran. Saya percaya bahwa opsi militer sejauh ini belum membawa hasil yang nyata dan berkelanjutan. Menurut saya, kita harus tetap bersikeras pada jalur negosiasi, dan Italia akan terus memberikan kontribusinya dalam hal ini."

Meloni juga menyatakan bahwa NATO menyadari tantangan-tantangan yang dihadapinya dan memiliki tekad untuk memperkuat kemampuannya.

Pernyataan Giorgia Meloni ini adalah upaya diplomatik yang penting untuk meredakan ketegangan dan membuka kembali jalur komunikasi. Dengan mengatakan bahwa "opsi militer belum membawa hasil yang nyata", ia secara tidak langsung mengkritik pendekatan AS dan menekankan bahwa solusi diplomatik adalah satu-satunya jalan yang berkelanjutan.

Namun, pernyataan ini juga mencerminkan keprihatinan Eropa yang lebih luas. Sebagai pemimpin Italia, Meloni menyuarakan kekhawatiran banyak negara Eropa bahwa eskalasi di Timur Tengah dapat memicu krisis pengungsi, gangguan pasokan energi, dan ketidakstabilan ekonomi. Ia mewakili suara yang ingin melihat de-eskalasi, bukan eskalasi lebih lanjut.

Yang menarik, Meloni menyebut "kami akan berusaha untuk mencegah skenario seperti itu." Ini menunjukkan bahwa Italia, dan mungkin negara-negara Eropa lainnya, akan mencoba memainkan peran mediasi atau setidaknya mendorong kedua belah pihak untuk kembali ke meja perundingan. Ini adalah sinyal bahwa Eropa tidak ingin melihat perang habis-habisan yang akan merugikan mereka secara ekonomi dan politik.(Sail)