The Economist: Trump Tidak Punya Solusi Efektif Buka Selat Hormuz
https://parstoday.ir/id/news/world-i193212-the_economist_trump_tidak_punya_solusi_efektif_buka_selat_hormuz
Majalah The Economist, dalam sebuah laporan yang merujuk pada kegagalan strategis Donald Trump dalam membuka Selat Hormuz, menulis: Presiden AS tidak memiliki solusi efektif untuk membuka kembali Selat Hormuz meskipun ada serangan militer dan sanksi baru terhadap Iran.
(last modified 2026-07-15T08:22:53+00:00 )
Jul 15, 2026 15:08 Asia/Jakarta
  • The Economist: Trump Tidak Punya Solusi Efektif Buka Selat Hormuz

Majalah The Economist, dalam sebuah laporan yang merujuk pada kegagalan strategis Donald Trump dalam membuka Selat Hormuz, menulis: Presiden AS tidak memiliki solusi efektif untuk membuka kembali Selat Hormuz meskipun ada serangan militer dan sanksi baru terhadap Iran.

Laporan majalah The Economist menyatakan bahwa serangan militer AS selama lima malam berturut-turut tidak hanya tidak mengubah perilaku Iran, tetapi negara tersebut tetap mempertahankan kemampuannya untuk terus mengendalikan Selat Hormuz menggunakan rudal jarak jauh dan drone-nya.

Laporan tersebut menambahkan: Para analis percaya bahwa bahkan jika peluncur rudal pantai Iran dihancurkan, negara tersebut dapat melanjutkan serangannya dari darat.

Menurut laporan tersebut, Trump, yang sebelumnya menggambarkan penandatanganan nota kesepahaman dengan Iran sebagai pencapaian besar, kini berada dalam situasi yang mirip dengan tiga bulan lalu; di mana baik ancaman militer maupun janji ekonomi tidak dapat meyakinkan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Laporan The Economist selanjutnya mencatat bahwa lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz telah mencapai level terendah sejak 25 Mei, sementara harga minyak Brent telah meningkat sekitar 20 persen sejak 6 Juli.

Menyatakan bahwa upaya Trump untuk mendapatkan dukungan internasional juga telah gagal, laporan The Economist menambahkan: negara-negara Teluk enggan untuk berpartisipasi dalam tindakan AS terhadap Iran karena takut akan kemungkinan konsekuensi, dan negara-negara lain hanya mengajukan permintaan lisan untuk membuka kembali jalur air tersebut.

Menurut laporan tersebut, Iran terus mempertahankan kendalinya atas Selat Hormuz, menjadikannya sebagai alat tekanan yang ampuh dalam negosiasi di masa mendatang.

Pada akhir laporannya, The Economist menekankan bahwa Trump tidak memiliki solusi efektif untuk membuka kembali Selat Hormuz, tidak hanya melalui tindakan militer tetapi juga melalui opsi lainnya.