Jerman Kecam Trump Tak Undang Afrika Selatan ke KTT G20
-
Johann Wadephul, Menteri Luar Negeri Jerman
Pars Today - Menteri Luar Negeri Jerman, dalam pernyataannya, mengkritik keputusan Donald Trump, Presiden AS, untuk tidak mengundang Afrika Selatan ke pertemuan puncak G20. Ia menegaskan bahwa langkah ini berarti mengesampingkan suara penting Afrika dan seorang pemimpin ekonomi serta politik regional.
Sebagaimana dilaporkan IRNA mengutip kantor berita DPA, 24 Juli 2026, Johann Wadephul, di sela-sela kunjungannya ke Johannesburg, dengan merujuk pada masa ketika masa depan ekonomi global sangat tidak pasti dan membutuhkan kerja sama yang lebih besar, mengatakan bahwa tidak mengundang Afrika Selatan ke pertemuan puncak G20 yang dijadwalkan pada bulan Desember tahun ini (2026) di Florida adalah langkah yang keliru.
Menlu Jerman juga, dengan menyatakan bahwa PBB semakin tidak mampu menjalankan perannya karena prinsip-prinsip fundamentalnya diabaikan, menegaskan bahwa banyak negara, terutama di Afrika, masih tidak memiliki bagian dan kehadiran yang efektif dalam lembaga-lembaga utama dan pengambil keputusan PBB, terutama di Dewan Keamanan.
Wadephul selanjutnya menyatakan bahwa selama Afrika tidak memiliki kursi permanen di Dewan Keamanan, PBB tidak dapat mengklaim bahwa ia adalah perwakilan sejati dari semua negara di dunia.
Menteri Luar Negeri Jerman pada akhirnya menyatakan bahwa Berlin mendukung rencana-rencana reformasi Dewan Keamanan untuk meningkatkan jumlah perwakilan negara-negara Afrika di dalamnya.
Menurut tulisan kantor berita DPA, Donald Trump sebelumnya telah menyatakan bahwa Washington tidak akan mengundang Afrika Selatan untuk berpartisipasi dalam pertemuan puncak G20 yang dijadwalkan pada bulan Desember tahun ini di Florida.
AS juga pada tahun lalu (2025) memboikot pertemuan puncak G20 di Johannesburg.(Sail)