Lula: Saya Invasif, Saya Siap Jaga Sumber Daya dari Asing
https://parstoday.ir/id/news/world-i194278-lula_saya_invasif_saya_siap_jaga_sumber_daya_dari_asing
Pars Today - Presiden Brasil mengumumkan pencalonannya dalam pemilihan presiden negara itu pada bulan Oktober dan memperkenalkan dirinya sebagai pemimpin berpengalaman yang mampu memimpin negara di tengah ketidakstabilan global.
(last modified 2026-08-03T04:26:00+00:00 )
Aug 03, 2026 11:23 Asia/Jakarta
  • Luiz Inácio Lula da Silva, Presiden Brasil
    Luiz Inácio Lula da Silva, Presiden Brasil

Pars Today - Presiden Brasil mengumumkan pencalonannya dalam pemilihan presiden negara itu pada bulan Oktober dan memperkenalkan dirinya sebagai pemimpin berpengalaman yang mampu memimpin negara di tengah ketidakstabilan global.

Sebagaimana dilaporkan IRNA dari jaringan TRT, Senin, 3 Agustus 2026, Luiz Inácio Lula da Silva, 80 tahun, pada hari Minggu secara resmi mengumumkan pencalonannya dalam konvensi Partai Pekerja (PT) di São Paulo.

Lula menyerukan peningkatan investasi di sektor pertahanan Brasil dan menekankan perlunya melindungi kedaulatan Brasil di tengah ketegangan perdagangan dan diplomatik dengan AS.

Ia mengatakan, "Saya ingin menjaga kesiapan agar tidak ada yang menyerang negara ini."

Lula, yang kembali berkuasa tiga tahun lalu, sedang mengejar masa jabatan presiden keempat dan terakhirnya.

Fernando Haddad, mantan Menteri Keuangan Brasil yang mencalonkan diri sebagai gubernur negara bagian São Paulo, menggambarkan Lula sebagai pemimpin berpengalaman di masa ketidakstabilan global.

Haddad mengatakan, "Dunia sedang kacau. Saat ini kita menghadapi perang dan kebangkitan sayap kanan ekstrem. Di masa seperti ini, kita membutuhkan pemimpin yang dapat dipercaya dan berpengalaman."

Lula mengatakan bahwa setelah masa jabatan keempat, ia tidak akan mencalonkan diri lagi.

Saingan utama Lula dalam pemilihan adalah Flávio Bolsonaro, putra sulung mantan presiden Brasil.

Lula juga merujuk pada cadangan mineral penting Brasil dan mengatakan, "Baik Tiongkok, Amerika Serikat, maupun Prancis tidak akan mendapatkan akses ke mineral langka kami."

Bulan lalu, AS memberlakukan dua putaran tarif terhadap impor barang Brasil dan menuduh negara itu melakukan praktik perdagangan yang tidak adil.

Sebuah jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa dalam putaran kedua pemilihan, Lula unggul atas Flávio Bolsonaro dengan perolehan 48 persen berbanding 43 persen.(Sail)