The Atlantic: Iran Abaikan Gertakan Trump
https://parstoday.ir/id/news/world-i194506-the_atlantic_iran_abaikan_gertakan_trump
Majalah Atlantic pada Kamis menulis bahwa Iran telah mengabaikan gertakan Presiden AS, Donald Trump.
(last modified 2026-08-08T04:09:11+00:00 )
Nov 30, -0001 03:41 Asia/Jakarta
  • The Atlantic: Iran Abaikan Gertakan Trump

Majalah Atlantic pada Kamis menulis bahwa Iran telah mengabaikan gertakan Presiden AS, Donald Trump.

Menurut Pars Today mengutip kantor berita Tasnim, majalah Atlantic dalam sebuah laporan menulis bahwa dalam beberapa bulan terakhir Iran berulang kali mengabaikan ancaman Donald Trump dan, dengan melihat adanya kesenjangan antara ancaman presiden Amerika Serikat tersebut dan kemampuan atau kemauannya untuk melaksanakannya, telah mengambil inisiatif dalam perang. Beberapa poin utama laporan tersebut adalah sebagai berikut:

1- Teheran tidak menganggap ancaman Trump serius

Atlantic menulis bahwa Trump berulang kali mengancam akan menghancurkan Iran dan juga berkali-kali berbicara tentang kemenangan, tetapi tidak satu pun dari ancaman tersebut menghasilkan hasil yang diharapkannya. Dengan mengabaikan ancaman Trump, Iran secara bertahap menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan antara perkataannya dan tindakan nyata Washington.

2- Trump terjebak dalam ancamannya sendiri

Menurut Atlantic, Trump menghadapi dilema sulit: mundur dari ancaman-ancamannya untuk meningkatkan eskalasi perang dan memberi Iran kesempatan untuk keluar dari perang dalam kondisi yang lebih kuat, atau memasuki tahap perang yang lebih berbahaya untuk membuktikan kredibilitas ancaman-ancamannya.

3- Rasa malu Trump  diketahui publik dunia

Atlantic mengatakan bahwa Trump, yang biasanya memiliki kemampuan cukup besar untuk melewati skandal dan kesalahan politik, kali ini menunjukkan tanda-tanda rasa malu dan reaksi emosional. Penulis berpendapat bahwa kegagalan dalam perang melawan Iran, ditambah dengan sejumlah kegagalan lainnya baru-baru ini, telah melemahkan kemampuan Trump yang selama ini dimilikinya untuk mengabaikan kesalahan dan melewatinya.

4- Sekutu-sekutu Amerika Serikat mundur

Menurut Atlantic, Trump berada di ambang mengeluarkan perintah untuk melancarkan serangan besar baru terhadap Iran, tetapi kontak dengan sekutu-sekutu regional, termasuk Arab Saudi, serta kekhawatiran terhadap respons Iran menyebabkan dia mundur dari keputusan tersebut. Peristiwa ini menunjukkan bahwa bahkan ketika Trump berniat meningkatkan eskalasi perang, biaya respons Iran dapat memaksanya dan sekutu-sekutunya untuk mundur.

5- Hormuz menjadi simbol kebuntuan

Atlantic menulis bahwa dalam beberapa hari terakhir Trump mengklaim bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka dan perundingan telah mengalami kemajuan, tetapi Teheran membantah klaim tersebut dan tak lama kemudian sebuah kapal lain menjadi sasaran serangan di selat tersebut. Dari sudut pandang laporan tersebut, peristiwa ini merupakan contoh jelas kesenjangan antara narasi Trump dan realitas di lapangan dalam perang.

6- Kesimpulan

Atlantic menggambarkan seorang presiden yang ancaman-ancamannya tidak lagi memiliki pengaruh yang sama terhadap Teheran seperti sebelumnya. Dengan membantah klaim Trump, mengabaikan ancamannya, dan terus memberikan tekanan di Selat Hormuz, Iran menunjukkan bahwa tampaknya telah mengenali gertakan Washington. Hasilnya adalah situasi di mana Trump, untuk mempertahankan kredibilitas ancaman-ancamannya, harus meningkatkan biaya perang atau menerima kemunduran politik dan menemukan jalan untuk keluar dari perang.