Legislator senior Amerika: Perang Partai Republik Gagal Melawan Iran
https://parstoday.ir/id/news/world-i195022-legislator_senior_amerika_perang_partai_republik_gagal_melawan_iran
Hakeem Jeffries, pemimpin minoritas Partai Demokrat di DPR Amerika Serikat, mengkritik perlakuan terhadap para pelaut di kapal induk USS Abraham Lincoln yang dinilainya tidak dilakukan “dengan kehormatan dan rasa hormat”, serta menegaskan bahwa perang Partai Republik yang gagal terhadap Iran harus dihentikan.
(last modified 2026-08-16T08:56:21+00:00 )
Aug 16, 2026 15:49 Asia/Jakarta
  • Legislator senior Amerika: Perang Partai Republik Gagal Melawan Iran

Hakeem Jeffries, pemimpin minoritas Partai Demokrat di DPR Amerika Serikat, mengkritik perlakuan terhadap para pelaut di kapal induk USS Abraham Lincoln yang dinilainya tidak dilakukan “dengan kehormatan dan rasa hormat”, serta menegaskan bahwa perang Partai Republik yang gagal terhadap Iran harus dihentikan.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip IRNA, Hakeem Jeffries, anggota DPR dari negara bagian New York, menulis di jejaring sosial X pada Sabtu malam, dengan merujuk pada krisis mental yang dialami personel militer Amerika di kapal induk Abraham Lincoln: “Para pelaut Amerika harus diperlakukan dengan kehormatan dan rasa hormat. Hal ini tidak terjadi di kapal induk Abraham Lincoln.”

Jeffries menegaskan: “Cukup sudah perang pilihan Partai Republik yang gagal di Iran.”

Chris Murphy, senator Demokrat Amerika Serikat, juga kembali mengkritik perang tanpa alasan yang dilancarkan Presiden negaranya, Donald Trump, terhadap Iran serta kebijakan luar negerinya, dengan mengatakan: “Perang ini (terhadap Iran) sejak awal sudah ‘tidak mungkin dimenangkan’.”

Media-media Barat dalam beberapa hari terakhir melaporkan bahwa dengan diperpanjangnya masa penugasan kapal induk Amerika USS Abraham Lincoln, tekanan psikologis terhadap para pelaut dan personel kapal tersebut semakin meningkat dan sejumlah dari mereka telah berusaha menceburkan diri ke laut.

Kapal induk Abraham Lincoln telah berada di laut selama lebih dari 240 hari tanpa jeda, yang merupakan rekor yang tidak biasa. Kekhawatiran mengenai kelelahan mental, kurangnya waktu istirahat, dan masalah logistik para awak semakin meningkat, dan sejumlah anggota parlemen meminta penyelidikan mengenai kondisi dinas di kapal tersebut.

Jaringan MSNBC mengungkapkan bahwa lebih dari 5.000 awak kapal tersebut hanya menghabiskan dua hari di daratan, satu kali pada bulan Desember di Guam dan satu kali lagi pada bulan Juli di Oman. Penugasan tersebut seharusnya berakhir pada bulan Mei, tetapi di tengah perang Amerika Serikat melawan Iran, masa penugasannya telah diperpanjang beberapa kali.