Francesca Albanese: AS Targetkan Aktivis Pro-Palestina untuk Hentikan Suara Kritis
https://parstoday.ir/id/news/world-i195710-francesca_albanese_as_targetkan_aktivis_pro_palestina_untuk_hentikan_suara_kritis
Pars Today - Pelapor Khusus PBB untuk Wilayah Pendudukan Palestina, Francesca Albanese, menyatakan bahwa sanksi AS terhadap kelompok "Aksi untuk Palestina" bertujuan untuk membungkam para pengkritik Israel.
(last modified 2026-08-27T08:48:27+00:00 )
Aug 27, 2026 15:47 Asia/Jakarta
  • Pelapor Khusus PBB untuk Wilayah Pendudukan Palestina, Francesca Albanese
    Pelapor Khusus PBB untuk Wilayah Pendudukan Palestina, Francesca Albanese

Pars Today - Pelapor Khusus PBB untuk Wilayah Pendudukan Palestina, Francesca Albanese, menyatakan bahwa sanksi AS terhadap kelompok "Aksi untuk Palestina" bertujuan untuk membungkam para pengkritik Israel.

Melaporkan Pars Today dari IRIB, Kamis, 27 Agustus 2026, Albanese pada hari Rabu (26/8) di akun media sosial X menulis, "Sanksi AS terhadap kelompok 'Aksi untuk Palestina' menargetkan mereka yang berani meminta pertanggungjawaban Israel, yang dituduh melakukan kejahatan internasional."

Ia menambahkan, "Tujuan yang jelas dari sanksi ini adalah untuk menargetkan segelintir orang untuk membungkam banyak orang."

Huda Amori, salah satu pendiri kelompok "Aksi untuk Palestina", juga dalam sebuah unggahan di media sosial X, menggambarkan keputusan AS sebagai "melampaui kemunafikan" dan menulis, "Sebagai seorang Palestina dan Irak, fakta bahwa negara yang telah menghancurkan kedua tanah air saya menyebut saya teroris adalah melampaui kemunafikan."

Ia menambahkan bahwa Presiden AS Donald Trump adalah "kebalikan" dari nilai-nilai kelompok "Aksi untuk Palestina".

Departemen Keuangan AS pada hari Rabu (26/8) memasukkan kelompok Inggris yang disebut "Aksi untuk Palestina" ke dalam daftar kelompok teroris global. Kantor Pengawasan Aset Asing AS (OFAC), badan yang bertanggung jawab untuk menegakkan sanksi ekonomi AS, menambahkan nama kelompok ini ke dalam daftar warga negara dan individu khusus yang dijatuhi sanksi.

"Francesca Albanese, Pelapor Khusus PBB, mengkritik sanksi AS terhadap kelompok "Aksi untuk Palestina" sebagai upaya untuk membungkam para pengkritik Israel. Pendiri kelompok tersebut, Huda Amori, menyebut keputusan ini "melampaui kemunafikan", karena AS, yang menghancurkan tanah airnya, menuduhnya sebagai teroris. Departemen Keuangan AS secara resmi memasukkan kelompok tersebut ke dalam daftar teroris global."(Sail)