Austria Minta Uni Eropa Cabut Sanksi atas Rusia
https://parstoday.ir/id/news/world-i19714-austria_minta_uni_eropa_cabut_sanksi_atas_rusia
Berkaca dari pengalaman Inggris yang memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa (Brexit), Menteri Pertanian dan Lingkungan Hidup Austria, mendesak penerapan strategi pencabutan sanksi atas Rusia.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Sep 05, 2016 16:49 Asia/Jakarta
  • Andra Rupprechter, Menteri Pertanian Austria
    Andra Rupprechter, Menteri Pertanian Austria

Berkaca dari pengalaman Inggris yang memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa (Brexit), Menteri Pertanian dan Lingkungan Hidup Austria, mendesak penerapan strategi pencabutan sanksi atas Rusia.

Tasnim News (5/9) mengutip surat kabar The Courier melaporkan, Andra Rupprechter, Menteri Pertanian dan Lingkungan Hidup Austria, Ahad (4/9) mengatakan, dengan keluarnya Inggris dari Uni Eropa, maka akan muncul situasi baru, dengan begitu kami meminta Christian Kern, Kanselir Austria untuk menyampaikan dukungan atas pencabutan atau pengurangan sanksi Rusia, di Dewan Uni Eropa.

Awal Juli lalu, petinggi Uni Eropa memperpanjang sanksi atas Rusia, untuk enam bulan ke depan atau sampai 31 Januari 2017.

Rupprechter menambahkan, Inggris selama ini menerapkan kebijakan ketat terkait Rusia di Uni Eropa, seperti yang diterapkan Amerika Serikat, akan tetapi kondisi baru harus dijadikan titik permulaan sehingga sanksi-sanksi atas Rusia bisa diatasi.

Menteri Pertanian Austria melanjutkan, dalam sebuah pertemuan tidak resmi dengan menteri-menteri pertanian Uni Eropa di Perancis, Jumat (2/9), Austria mencapai kesepakatan dalam hal ini dengan Perancis dan Jerman.

Oktober mendatang, Rupprechter akan bertolak ke Moskow untuk menghadiri pameran besar bahan makanan "Musim Gugur Emas".

Sementara itu, Horst Seehofer, Ketua Partai Uni Sosial Kristen (CSU) Jerman, yang merupakan penentang utama kebijakan-kebijakan Angela Merkel, Kanselir Jerman, untuk membicarkan berlanjutnya sanksi Uni Eropa atas Rusia, bertemu dengan sebuah delegasi ekonomi Rusia yang terdiri dari 100 orang. (HS)