Pelajar Prancis Bakar Sekolah sebagai Protes terhadap Kondisi Sistem Pendidikan
https://parstoday.ir/id/news/world-i197828-pelajar_prancis_bakar_sekolah_sebagai_protes_terhadap_kondisi_sistem_pendidikan
Para pelajar Prancis menggelar demonstrasi untuk memprotes kondisi sistem pendidikan, terlibat bentrokan dengan polisi, dan membakar beberapa sekolah.
(last modified 2026-10-02T06:58:13+00:00 )
Okt 02, 2026 13:56 Asia/Jakarta
  • Pelajar Prancis Bakar Sekolah sebagai Protes terhadap Kondisi Sistem Pendidikan

Para pelajar Prancis menggelar demonstrasi untuk memprotes kondisi sistem pendidikan, terlibat bentrokan dengan polisi, dan membakar beberapa sekolah.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip IRNA, di Paris, polisi Prancis pada Kamis menggunakan gas air mata untuk membubarkan para demonstran. Sementara itu, pintu masuk sejumlah sekolah di ibu kota Prancis dibakar.

Demonstrasi ini merupakan bagian dari gerakan pelajar yang lebih luas yang menuntut peningkatan anggaran sekolah di seluruh Prancis.

Media-media Prancis juga menayangkan adegan serupa dari aksi protes di kota-kota seperti Lille, Nantes, Rennes, dan Marseille.

Di Lille, para demonstran pada Rabu, dalam hari keempat berturut-turut aksi demonstrasi, membakar tempat sampah dan sepeda listrik.

Menteri Pendidikan Prancis, Édouard Geffray, mengatakan bahwa kekerasan yang terjadi pada Kamis mencakup pembakaran sebuah sekolah dan penyiraman bensin terhadap para staf. Ia juga memerintahkan agar kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara daring.

Menteri Pendidikan Prancis mengatakan bahwa 65 orang staf terluka dalam demonstrasi tersebut. Geffray dalam jejaring sosial X menulis: Saya meminta para orang tua agar tidak membiarkan anak-anak mereka menempatkan diri dalam bahaya. Perlindungan terhadap siswa dan staf merupakan prioritas mutlak kami. Oleh karena itu, lebih dari 400 sekolah akan ditutup besok.

Jean-Luc Mélenchon, kandidat sayap kiri radikal dalam pemilihan presiden, menyebut respons pemerintah Prancis terhadap demonstrasi tersebut sebagai tindakan represif.

Kantor Perdana Menteri Prancis, Sébastien Lecornu, mengumumkan bahwa ia telah meminta para menteri pemerintah untuk membatalkan seluruh perjalanan resmi yang telah dijadwalkan dalam beberapa hari mendatang agar para pejabat dan aparat kepolisian dapat berkonsentrasi pada pengelolaan dan penanganan demonstrasi.