Prancis Berupaya Lepaskan 10 Juta Barel Cadangan Strategis Solar
-
Harga BBM di Prancis
Pars Today - Perdana Menteri Prancis mengumumkan rencana negaranya untuk melepaskan 10 juta barel solar dari cadangan strategis di tengah lonjakan tajam harga produk ini.
Melansir IRNA dari Al Jazeera, Kamis, 08 Oktober 2026, tujuan tindakan ini adalah upaya menurunkan harga bahan bakar yang terus meningkat di negara ini.
Sebastien Lecornu dalam sebuah pidato mengumumkan bahwa pada hari Jumat (2/10), Emmanuel Macron, Presiden Prancis menggelar "rapat darurat G7" di mana diputuskan bahwa cadangan strategis akan digunakan secara terkoordinasi.
Rapat darurat ini digelar di tengah Donald Trump, Presiden Amerika mengancam akan melarang ekspor solar Amerika jika negara-negara Eropa tidak memasok bahan bakar ke pasar untuk menurunkan harga. Hasil rapat ini adalah kesepakatan untuk melepaskan 100 juta barel minyak dari cadangan G7.
Lecornu mengatakan, "Sejalan dengan upaya ini, kami akan menyerahkan 10 juta barel solar dari cadangan kami kepada perusahaan-perusahaan bahan bakar di Prancis."
Menurut klaim Lecornu, pelepasan cadangan solar akan menyebabkan penurunan harga di pompa bensin sekitar 0,12 hingga 0,18 euro per liter solar.
Donald Trump, Presiden Amerika telah menekan Jerman dan Prancis untuk melepaskan cadangan darurat solar mereka guna membantu menurunkan harga bahan bakar global, jika tidak, mereka mungkin menghadapi larangan ekspor solar dari Amerika Serikat.
Setelah larangan impor dari Rusia akibat invasi Moskow ke Ukraina dan juga setelah perang Amerika dan Israel melawan Iran menyebabkan gangguan pasokan bahan bakar dari Timur Tengah, Eropa menjadi semakin bergantung pada bahan bakar Amerika.
"Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu mengumumkan rencana Prancis melepaskan 10 juta barel solar dari cadangan strategis untuk menurunkan harga bahan bakar yang meningkat. Ia menyatakan pada Jumat, Presiden Macron menggelar 'rapat darurat G7' yang memutuskan penggunaan cadangan strategis secara terkoordinasi. Rapat ini digelar di tengah ancaman Trump melarang ekspor solar AS jika negara Eropa tidak memasok bahan bakar ke pasar."(Sail)