Negara-Negara Persemakmuran Sambut Perluasan Kerja Sama Eurasia
https://parstoday.ir/id/news/world-i198288-negara_negara_persemakmuran_sambut_perluasan_kerja_sama_eurasia
Para pemimpin Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS), pada Jumat, di akhir pertemuan mereka yang berlangsung di pusat wisata Avaza, Turkmenbashi, Turkmenistan, menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama dan ikatan persahabatan, serta memperluas kolaborasi untuk menjamin keamanan kawasan Eurasia. Mereka juga menandatangani 15 dokumen kerja sama.
(last modified 2026-10-10T05:11:55+00:00 )
Okt 10, 2026 12:06 Asia/Jakarta
  • Negara-Negara Persemakmuran Sambut Perluasan Kerja Sama Eurasia

Para pemimpin Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS), pada Jumat, di akhir pertemuan mereka yang berlangsung di pusat wisata Avaza, Turkmenbashi, Turkmenistan, menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama dan ikatan persahabatan, serta memperluas kolaborasi untuk menjamin keamanan kawasan Eurasia. Mereka juga menandatangani 15 dokumen kerja sama.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip IRNA, pernyataan para pemimpin Persemakmuran Negara-Negara Merdeka menyebutkan bahwa penandatanganan Perjanjian Pembentukan Persemakmuran Negara-Negara Merdeka dan Deklarasi Alma-Ata (kini Almaty) telah meletakkan dasar bagi terpeliharanya hubungan historis antarmasyarakat negara-negara tersebut. Kedua dokumen itu juga menjamin peralihan menuju pola baru untuk mengembangkan kerja sama yang saling menguntungkan, memperkuat hubungan persahabatan dan bertetangga baik berdasarkan kesetaraan kedaulatan.

Menurut situs resmi Persemakmuran Negara-Negara Merdeka, pernyataan tersebut ditandatangani oleh para presiden Rusia, Turkmenistan, Republik Azerbaijan, Belarus, Kirgizstan, Kazakhstan, Tajikistan, dan Uzbekistan, serta perdana menteri Armenia. Pernyataan itu menegaskan bahwa di tengah perubahan hubungan internasional saat ini, negara-negara anggota CIS menjamin kemitraan strategis di antara mereka dan terus mengembangkan persemakmuran tersebut sebagai wadah dialog yang unik, dengan interaksi yang berlandaskan prinsip kesetaraan dan saling menghormati.

Negara-negara anggota CIS menyambut baik perluasan kerja sama dengan organisasi internasional lainnya di kawasan Eurasia. Mereka menyatakan bahwa mekanisme kelembagaan yang kuat, kerangka hukum, dan struktur yang efektif yang telah dibangun di lingkungan persemakmuran memungkinkan terjalinnya kerja sama yang berhasil antara negara-negara yang berkepentingan dalam menjamin keamanan.

Pernyataan tersebut menyebutkan sejumlah bidang kerja sama antarnegara anggota, antara lain keamanan perbatasan, pemberantasan terorisme internasional, kejahatan lintas negara, perdagangan gelap senjata dan narkoba, pemberantasan korupsi dan pencucian uang, perdagangan manusia dan migrasi ilegal, pencegahan serta penanganan keadaan darurat, dan kejahatan siber.

Pada bagian lain pernyataan itu, para pemimpin negara-negara CIS menyatakan tekad untuk semakin memperkuat kerja sama komprehensif di berbagai bidang, termasuk mempererat hubungan politik, ekonomi, teknologi, serta kebudayaan dan kemanusiaan.

Dalam pernyataan tersebut, para pihak juga menyatakan kesiapan untuk meningkatkan efektivitas perdagangan bebas barang dan jasa antarnegara anggota CIS, memasarkan produk hasil produksi bersama ke pasar negara ketiga, memperkuat kerja sama industri, serta saling bertukar pengalaman dan teknologi.

Para pemimpin CIS juga menegaskan bahwa untuk menjaga stabilitas ekonomi negara-negara anggota dan meminimalkan dampak guncangan eksternal, keamanan ekonomi perlu ditingkatkan. Mereka juga menekankan perlunya menyempurnakan pendekatan kerja sama di antara negara-negara anggota yang berkepentingan dalam sektor keuangan, energi, industri, pertanian, pangan, pengolahan, transportasi, dan lingkungan hidup, serta pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, termasuk kecerdasan buatan.

Penegasan mengenai peningkatan kesempatan kerja serta akses terhadap hak-hak sosial dan ketenagakerjaan bagi warga negara anggota CIS yang bekerja di negara anggota lainnya, termasuk anggota keluarga mereka, juga menjadi salah satu butir pernyataan tersebut.

Para pemimpin negara-negara ini, yang sebelumnya tergabung dalam satu kesatuan melalui persemakmuran tersebut setelah bubarnya Uni Soviet, juga menetapkan pelestarian ingatan atas kemenangan rakyat Soviet dalam Perang Dunia II sebagai salah satu tujuan utama kerja sama di antara negara-negara mereka.