"Pendidikan Hak Semua Orang": Gelombang Protes Melanda Eropa
-
Protes di Brussles yang berujung kekerasan
Pars Today - Ribuan pekerja dan mahasiswa di Brussels berdemonstrasi menentang pemotongan anggaran dan kebijakan penghematan pemerintah Belgia, aksi yang meskipun pawai utamanya berlangsung damai, di beberapa wilayah berujung pada bentrokan dengan polisi dan penangkapan 21 orang.
Melansir IRNA dari kantor berita Reuters, Sabtu, 10 Oktober 2026, dalam demonstrasi nasional di ibu kota Belgia menentang pemotongan anggaran pemerintah, bentrokan terjadi antara sekelompok kecil pengunjuk rasa dan polisi. Demonstrasi ini digelar kemarin, Jumat (9/10) dengan kehadiran anggota serikat pekerja dan ratusan mahasiswa.
Beberapa puluh pengunjuk rasa bertopeng yang mengenakan pakaian hitam melemparkan batu dan benda lain ke arah polisi. Pada saat yang sama, slogan-slogan anti-polisi bergema di jalanan dan dinding-dinding sekitar juga dipenuhi tulisan protes terhadap polisi.
Menurut saksi Reuters, petugas pemadam kebakaran memadamkan beberapa kebakaran termasuk bus yang terbakar dan polisi juga menggunakan gas air mata sebagai respons terhadap insiden ini.
Reuters menulis, "Bentrokan ini terjadi bersamaan dengan kehadiran ribuan pengunjuk rasa di jalan-jalan ibu kota Belgia. Mahasiswa juga berpartisipasi dalam aksi ini yang sebagian terinspirasi dari protes terbaru di Prancis, negara tetangga Belgia. Protes ini mengganggu aktivitas transportasi umum dan penerbangan serta banyak sekolah dan pusat penitipan anak juga terdampak."
Sebagian pengunjuk rasa membawa plakat yang bertuliskan "Demi membela hak pekerja, saya menutup ruang kelas" dan "Pendidikan adalah hak semua orang, bukan keistimewaan segelintir orang".
Kantor berita ini melanjutkan, "Protes nasional di Belgia adalah bagian dari gelombang protes yang melanda seluruh Eropa. Di negara-negara termasuk Prancis dan Italia, pelajar turun ke jalan memprotes kondisi pendanaan pendidikan. Di Spanyol juga, puluhan ribu orang berkumpul memprotes krisis perumahan."
Polisi mengumumkan pawai utama yang diikuti sekitar 30 ribu orang berlangsung tanpa bentrokan, tetapi bentrokan dimulai di dekat stasiun pusat Brussels dan wilayah pusat kota. Menurut polisi, kelompok pengunjuk rasa melemparkan botol, batu bata, batu, dan kembang api ke arah petugas, menyalakan api, dan merusak properti publik.
Polisi juga mengumumkan petugas menggunakan kendaraan water cannon dan gas air mata untuk membubarkan kelompok ini. Dalam insiden ini, 21 orang termasuk 13 di bawah umur ditangkap.
Protes ini digelar atas seruan dua serikat pekerja besar Belgia, yakni Serikat Pekerja Sosialis dan Serikat Pekerja Kristen. Kedua serikat ini menentang langkah-langkah anggaran pemerintah dan meyakini kebijakan ini menempatkan beban upaya pengurangan defisit anggaran negara di pundak pekerja, pensiunan, dan rumah tangga berpenghasilan rendah.
Bart De Wever, Perdana Menteri Belgia pada hari Kamis (8/10) mengatakan pelaksanaan langkah-langkah anggaran yang sulit dalam kondisi saat ini sangat diperlukan untuk mencegah terbentuknya siklus utang dan biaya bunga yang meningkat. Menurutnya, jika tidak, generasi mendatang akan menghadapi beban finansial yang berat.
Kelompok mahasiswa juga yang memulai protes mereka awal bulan ini di kota Liège dan pada hari Jumat (9/10) memperluas jangkauannya ke Brussels, mengatakan peningkatan biaya pendidikan, kepadatan berlebihan ruang kelas, dan reformasi yang mungkin mempersulit akses ke pendidikan tinggi adalah alasan lain protes mereka.
Emilie Leune, mahasiswa 23 tahun dari Liège, mengatakan, "Tuntutan kami sama sekali tidak diperhatikan dan tampaknya tidak ada yang menyadari bahwa kondisi bagi kami juga sulit. Hal ini memengaruhi baik pekerja maupun mahasiswa."
Ia menambahkan, "Kami juga bergulat dengan banyak masalah dan masa depan negara ini adalah milik kami."
"Ribuan pekerja dan mahasiswa di Brussels berdemonstrasi menentang pemotongan anggaran dan kebijakan penghematan pemerintah Belgia. Pawai utama (~30.000 orang) berlangsung damai, tetapi bentrokan terjadi di dekat stasiun pusat Brussels dan pusat kota: pengunjuk rasa bertopeng melempar batu, botol, batu bata, kembang api; membakar bus; merusak properti publik. Polisi gunakan water cannon & gas air mata; 21 orang ditangkap (13 di bawah umur)."(Sail)