Trump Sebut Penangguhan Sanksi Rusia demi Kepentingan Nasional AS
-
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump
Pars Today - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penangguhan sejumlah sanksi, pembatasan, dan tarif terhadap Rusia yang dijadwalkan mulai berlaku dalam beberapa hari mendatang.
Menurut laporan Reuters yang dikutip IRNA, Sabtu, 17 Oktober 2026, keputusan eksekutif Trump tersebut dikeluarkan ketika ia mulai mengambil pendekatan yang lebih seimbang terhadap Rusia. Trump juga secara terbuka mengkritik Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan mendukung pemilihan kepemimpinan baru di Ukraina.
Berdasarkan rancangan undang-undang sanksi terhadap Rusia yang pengusung utamanya di Kongres adalah mendiang Senator Lindsey Graham, tarif hingga 100 persen akan dikenakan terhadap seluruh barang ekspor Rusia ke Amerika Serikat, termasuk minyak mentah dan gas.
Rancangan undang-undang tersebut juga mengatur tindakan terhadap negara mana pun yang secara sadar membeli minyak atau gas dari Rusia dalam waktu 30 hari setelah undang-undang itu disahkan, atau termasuk dalam lima negara utama yang membantu Rusia menghindari sanksi.
Pada pertengahan September, Trump menandatangani rancangan undang-undang yang dikenal sebagai Lindsey O. Graham Act untuk menjatuhkan sanksi terhadap Rusia dan Iran.
Dalam perintah yang dirilis Gedung Putih pada Jumat (15/10), Trump menyatakan, “Saya telah memberi tahu Kongres bahwa pemberian pengecualian semacam ini pada saat ini sejalan dengan kepentingan nasional Amerika Serikat.”
Sejumlah negara, termasuk India yang merupakan salah satu pembeli terbesar minyak Rusia, telah menyampaikan kekhawatiran terkait rancangan undang-undang sanksi terhadap Rusia.
"Donald Trump menangguhkan sejumlah sanksi, pembatasan, dan tarif terhadap Rusia yang akan berlaku dalam beberapa hari mendatang. RUU itu mencakup tarif hingga 100 persen terhadap barang ekspor Rusia ke AS, termasuk minyak mentah dan gas. Rancangan itu juga mengatur tindakan terhadap negara yang membeli energi Rusia atau membantu Rusia menghindari sanksi. Trump menyatakan bahwa pemberian pengecualian tersebut sejalan dengan kepentingan nasional AS."(Sail)