Turki Tangkap 55 Personel Militer dan Intelijen
Media-media Turki mengatakan bahwa 55 personel militer dan dinas intelijen telah ditangkap atas tuduhan bekerjasama dengan Gerakan Hizmet, yang dipimpin oleh Fethullah Gulen.
Kantor berita Anadolu melaporkan, mereka ditangkap pada hari Rabu (5/10/2016) dalam sebuah operasi yang digelar oleh polisi Turki di 31 provinsi setelah jaksa mengeluarkan surat perintah penahanan untuk total 101 tersangka.
Setelah kudeta gagal pada Juli lalu, pemerintah Turki mengumumkan keadaan darurat selama tiga bulan dan telah memperpanjang untuk tiga bulan ke depan.
Dalam hal ini, kepala Mahkamah Konstitusi Turki menekankan pentingnya untuk kembali ke keadaan normal.
"Tentu, tujuan pemerintah adalah untuk menghapus ancaman terhadap aturan hukum yang demokratis, hak-hak dasar dan kebebasan sipil secepat mungkin, sehingga bisa kembali ke keadaan normal," kata Zuhtu Arslan.
Pemerintah Ankara menuduh Gulen dan jaringannya, mendalangi kudeta yang gagal pada bulan Juli. Para pendukung Gulen dituding menyusup ke instansi-instansi pemerintah dan menyusun rencana kudeta.
Ankara telah menyingkirkan orang-orang yang dicurigai sebagai pendukung Gulen di lembaga pemerintah, militer, lembaga peradilan dan pendidikan.
Fethullah Gulen berkali-kali menolak tudingan pemerintah Turki dan mendesak pembentukan sebuah panel internasional untuk menyelidiki persoalan ini. (RM)