Pengadilan Bersejarah di Turki
https://parstoday.ir/id/news/world-i32111-pengadilan_bersejarah_di_turki
Pengadilan terhadap 270 orang yang dituduh terlibat dalam kudeta gagal pada Juli 2016 di Turki dimulai pada Senin, 30 Januari 2017 di kota Izmir. Persidangan ini menjadi persidangan bersejarah dalam peradilan Turki.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jan 31, 2017 15:52 Asia/Jakarta
  • Pengadilan Bersejarah di Turki

Pengadilan terhadap 270 orang yang dituduh terlibat dalam kudeta gagal pada Juli 2016 di Turki dimulai pada Senin, 30 Januari 2017 di kota Izmir. Persidangan ini menjadi persidangan bersejarah dalam peradilan Turki.

Apa yang menjadikan persidangan tersebut bertambah penting bukan hanya tindak lanjut atas 269 kasus terkait kudeta militer, namun pengumuman pengadilan in absentia terhadap Fethullah Gulen, Pemimpin Gerakan Hizmet yang dituduh mendalangi kudeta di Turki.

 

Ratusan orang tersebut didakwa berupaya menggulingkan pemerintahan yang berdasarkan konstitusi, berafiliasi dengan sebuah kelompok teroris, berusaha menggulingkan parlemen dan mencegah parlemen menjalankan tugasnya.

 

Dakwaan ini didasarkan pada kasus-kasus yang diajukan terhadap mereka sebagai oposisi pemerintah dan penentang Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki. Diperkirakan hukuman penjara seumur hidup akan dijatuhkan terhadap mereka.

 

Serangkaian kondisi, selain menunjukkan penonjolan pemerintah Turki dalam mengatur perubahan masyarakat, juga menunjukan pengeluaran besar-besaran namun manfaatnya mungkin kecil bagi masyarakat dan pemerintah Turki.

 

Yang membuat pembengkakan biaya dalam pendekatan pemerintah Erdogan dalam mengelola negara adalah perluasan proses pengadilan yang belum pernah terjadi sebelumnya pasca kudeta gagal pada Juli 2016.

 

Kosongnya militer Turki dari para perwira berpangkat tinggi dan berpengalaman di berbagai bagian pasukan gendarmerie dan polisi militer nasional, pasukan Angkatan Darat, Laut dan Udara serta hilangnya kepercayaan publik kepada badan-badan militer negara ini –sebagai pasukan yang harus menjaga integritas teritorial dan kehormatan negara – adalah bagian dari biaya politik, sosial dan psikologis yang harus dibayar pemerintah Partai Keadilan dan Pembangunan Turki atas pendekatan para pejabat negara ini terhadap oposisi.

 

Sementara itu, Fethullah Gulen telah berulang kali membatah segala bentuk keterlibatan dalam upaya kudeta di Turki. Ia menyebut skenario kudeta di Turki adalah buatan dan Erdogan di balik pertunjukan tersebut. pernyataan ini menyebabkan polarisasi tersembunyi dalam masyarakat Turki.

 

Dari satu sisi, upaya para pejabat Turki untuk mengatasi transformasi politik internal dan eksteral yang berkaitan dengan pendekatan Ankara dalam transformasi Suriah menunjukkan bahwa para pejabat Turki menggunakan semua kartu permainan untuk menang dan mencapai hasil yang menyenangkan bagi partai berkuasa dalam skenario pengadilan terhadap para pengkudeta dan Gulen.

Akhir yang menyenangkan itu adalah kehadiran luas masyarakat dalam referendum konstitusi dan suara setuju mereka kepada usulan Erdogan untuk mengubah sistem pemerintahan Turki.

 

Proses penanganan kasus para terdakwa kudeta akan lebih lama dan lebih luas serta cakupannya semakin luas, sehingga kemungkinan untuk membangkitkan emosi publik oleh para pejabat Turki akan lebih besar. Dan ini adalah tujuan yang dikejar pemerintah Turki untuk referendum, di mana para pengkritik Turki menyebutnya sebagai pencapaian tujuan dengan segala cara, bahkan dengan menggunakan sarana yang meskipun mendiskreditkan pengadilan dan menghilangkan kekuatan dan wibawa militer di hadapan opini publik. (RA)