Pemerintah Venezuela Janji Balas Sanksi AS
Presiden Venezuela Nicolas Maduro, mereaksi langkah terbaru pemerintah Amerika Serikat yang mencantumkan nama wakilnya dalam daftar sanksi, dan menuntut Washington untuk meminta maaf.
Seperti dilansir IRNA, Maduro pada hari Selasa (14/2/2017) mengatakan, ia telah meminta Kementerian Luar Negeri Venezuela untuk menyampaikan protes resmi kepada pemerintah AS.
"Tidak diragukan lagi, Karakas akan membalas serangan itu langkah demi langkah dan secara efektif dan berimbang," tegasnya.
Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi terhadap Wakil Presiden Venezuela, Tareck El Aissami dan rekannya, Samark Lopez Bello atas tuduhan penyelundupan narkoba.
Maduro mengangkat El Aissami, seorang politisi keturunan Suriah sebagai wakilnya pada Januari 2017.
Ketika namanya sudah masuk daftar sanksi AS, aset-aset potensial milik mereka akan dibekukan dan individu atau perusahaan-perusahaan Amerika dilarang melakukan transaksi perdagangan dengan mereka.
Pada hari Selasa, El Aissami mengecam tindakan pemerintah AS dan menyebutnya sebuah agresi imperialisme.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah AS menjatuhkan sanksi terhadap para pejabat Venezuela termasuk Presiden Nicolas Maduro.
Karakas berkali-kali menuding Washington berupaya menciptakan instabilitas di negara Amerika Selatan itu melalui serangan media, konspirasi finansial dan ekonomi serta dukungan kepada kubu sayap kanan, dengan tujuan menggulingkan pemerintahan Maduro. (RM)