Erdogan Tuding Jerman Dukung Terorisme
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam babak baru perang verbal dengan para pejabat Jerman, menuding Berlin membantu dan memberi tempat kepada teroris.
Seperti dilaporkan televisi al-Alam, Jumat (3/3/2017), pernyataan keras ini dilontarkan setelah Jerman membatalkan tiga pertemuan yang bertujuan untuk menggalang dukungan warga Turki di Jerman bagi amandemen Undang-Undang Dasar Turki.
Amandemen ini akan memperkuat kekuasaan Erdogan dan referendum terhadap perubahan konstitusi rencananya digelar pada 16 April 2017.
Ketegangan antara Ankara dan Berlin dimulai pasca percobaan kudeta di Turki pada 15 Juli lalu. Ketegangan ini meningkat setelah otoritas Ankara menahan wartawan Jerman-Turki, Deniz Yucel atas tuduhan menyebarkan propaganda teroris.
Pasca kudeta, puluhan diplomat Turki berlindung ke Jerman dan mengajukan suaka karena khawatir ditangkap oleh otoritas Ankara. Pemerintah Berlin telah menyetujui permohonan suaka sebagian dari mereka.
Erdogan dalam sebuah statemen hari Jumat, menyebut Yucel sebagai wakil Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dan agen Jerman.
Sementara itu, Kanselir Jerman Angela Merkel mengkritik penangkapan Yucel dan membela pihak-pihak yang mengkritik pelanggaran kebebasan pers di Turki.
Uni Eropa juga menuding pemerintah Turki memanfaatkan peristiwa kudeta sebagai kesempatan untuk membungkam oposisi. (RM)