PBB Kecam Pelanggaran HAM Turki di Wilayah Kurdi
https://parstoday.ir/id/news/world-i34220-pbb_kecam_pelanggaran_ham_turki_di_wilayah_kurdi
PBB menuding pasukan Turki melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) serius dalam operasi mereka terhadap para pejuang Kurdi di wilayah tenggara negara itu.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Mar 10, 2017 16:16 Asia/Jakarta
  • militer Turki
    militer Turki

PBB menuding pasukan Turki melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) serius dalam operasi mereka terhadap para pejuang Kurdi di wilayah tenggara negara itu.

Laporan yang dirilis Jumat (10/3/2017) oleh kantor HAM PBB menyodorkan bukti terperinci soal "kerusakan besar, pembunuhan dan berbagai pelanggaran hak asasi manusia berat lainnya yang dilakukan antara Juli 2015 dan Desember 2016 di tenggara Turki."

 

Laporan ini mencatat bahwa hampir 500.000 orang, sebagian besar warga Kurdi, mengungsi akibat "operasi keamanan pemerintah."

 

Laporan yang sama menuntut pemerintah Ankara menyelidiki dugaan pembunuhan dan pelanggaran lain yang terjadi di tenggara Turki

 

Ketua Hak Asasi Manusia PBB, Zeid Ra'ad al-Hussein, juga mencatat "tantangan kompleks" yang dihadapi Turki sejak kudeta gagal pada Juli 2016.

 

Laporan tersebut menyebutkan banyak dugaan kasus termasuk penyiksaan, penghilangan paksa, peneparan fitnah dan kekerasan terhadap perempuan.

 

Pasukan keamanan Turki meluncurkan salah satu "anti-teroris" terbesar mereka selama beberapa tahun terakhir terhadap kelompok Partai Buruh Kurdistan (PKK) di wilayah tenggara bermasalah negara itu.

 

Sumber yang sama menyebutkan pada hari Senin bahwa sekitar 7.000 tentara Turki, 600 pasukan khusus bersama dengan puluhan tank dan helikopter telah dikerahkan menuju wilayah Kutu di provinsi Diyarbakir.

 

Kantor gubernur provinsi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa telah diberlakukan jam malam di 18 wilayah di Kutu hingga pemberitahuan lebih lanjut.

 

Turki melabel PKK sebagai organisasi teroris dan terlarang. Kelompok militan Kurdi itu berjuang melawan pemerintah sejak tahun 1984untuk menggapai wilayah otonomi Kurdi.

 

Lebih dari 40.000 orang telah tewas selama konflik tiga dekade antara Turki dan kelompok militan Kurdistan.(MZ)